Opini

10 Korban Ditemukan dan Black Box Terangkat, Tragedi Bulusaraung Belum Usai

10 Korban Ditemukan dan Black Box Terangkat, Tragedi Bulusaraung Belum Usai
10 Korban Ditemukan dan Black Box Terangkat, Tragedi Bulusaraung Belum Usai

Penemuan black box di kawasan Gunung Bulusaraung seharusnya menjadi titik terang dalam tragedi kecelakaan pesawat yang mengguncang nurani publik. Namun, di balik keberhasilan tim SAR menemukan perangkat vital tersebut, terselip kenyataan pahit: 10 korban kembali ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Fakta ini bukan sekadar angka, melainkan potongan nyawa, harapan, dan masa depan yang terhenti di medan yang sunyi.

Black box sering diposisikan sebagai “kunci kebenaran”. Ia merekam detik-detik terakhir sebelum tragedi terjadi—suara, keputusan, dan sistem yang bekerja atau gagal bekerja. Namun, pertanyaannya: apakah kebenaran teknis cukup untuk menjawab rasa kehilangan?

Antara Prestasi SAR dan Duka Kemanusiaan

Tak dapat dimungkiri, upaya tim SAR patut diapresiasi. Medan ekstrem Bulusaraung bukan sekadar ujian fisik, tetapi juga mental. Penemuan korban dan black box menunjukkan dedikasi negara dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Namun, di saat yang sama, keberhasilan ini menegaskan satu hal: betapa mahalnya harga yang harus dibayar sebelum negara hadir secara utuh—setelah tragedi terjadi.

Kita terlalu sering melihat pola yang berulang. Ketika kecelakaan terjadi, semua bergerak cepat. Tetapi sebelum itu—pada fase pencegahan—apakah sistem pengawasan, standar keselamatan, dan audit operasional telah bekerja dengan keseriusan yang sama?

Black Box Tidak Boleh Menjadi Akhir Cerita

Penemuan black box jangan berhenti pada konferensi pers dan rilis teknis. Data yang dihasilkan harus dibuka secara akuntabel dan dijadikan dasar perbaikan sistemik, bukan sekadar laporan administratif. Jika penyebab kecelakaan adalah faktor manusia, sistem, atau kelalaian struktural, maka tanggung jawab tidak boleh menguap bersama waktu.

Dapur MBG Kalukalukuang Belum Aktif, Tamsil Linrung Ajak BGN ke Lapangan

Lebih dari itu, negara memiliki kewajiban moral untuk memastikan bahwa keluarga korban tidak hanya menerima santunan, tetapi juga kejelasan dan keadilan. Sebab, bagi mereka, duka tidak selesai saat jenazah ditemukan—duka baru dimulai.

Refleksi untuk Kita Semua

Tragedi di Bulusaraung adalah pengingat keras bahwa keselamatan transportasi bukan urusan teknis semata, melainkan soal prioritas politik dan etika publik. Setiap nyawa yang hilang adalah alarm bagi sistem yang lalai atau setengah-setengah dijalankan.

Penemuan 10 korban dan black box seharusnya tidak kita maknai sebagai penutup tragedi, melainkan awal dari pertanggungjawaban. Jika tidak, maka kita hanya akan menunggu tragedi berikutnya—di lokasi berbeda, dengan nama korban yang berbeda, tetapi dengan kelalaian yang sama.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik