MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menyiapkan langkah politik besar di Sulawesi Selatan. Sejumlah kepala daerah yang masih berstatus kader Partai NasDem dikabarkan akan bergabung ke PSI dan pengumumannya disebut akan dilakukan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar pada 28–31 Januari 2026.
Isu ini bukan sekadar spekulasi. Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW PSI Sulsel, Iksan Hamid, secara terbuka membenarkan adanya kepala daerah yang akan masuk dalam struktur partai, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kalau dibuka sekarang bukan lagi kejutan. Termasuk kepala daerah, ada. Tunggu saja saat Rakernas,” ujar Iksan.
Kepala Daerah NasDem Disebut Akan “Di-PSI-kan”
Informasi dari internal PSI menyebutkan, sejumlah kepala daerah yang akan bergabung saat ini masih tercatat sebagai kader aktif Partai NasDem. PSI disebut masih menyusun skema terbaik untuk mengumumkan kepindahan tersebut agar berdampak maksimal secara politik.
Dalam praktiknya, relasi NasDem–PSI di Sulsel sebenarnya sudah lama terjalin, terutama melalui jejaring keluarga kepala daerah. Beberapa posisi strategis PSI di Sulsel kini diisi oleh keluarga atau kerabat kepala daerah NasDem.
Di antaranya, Ketua DPW PSI Sulsel Muammar Ferirae Gandi yang merupakan putra Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi. Ketua PSI Pinrang Ichsan Aswad Putra Irwan adalah putra Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid. Ketua PSI Enrekang Ratnawati Muchlis merupakan istri Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga.
Selain itu, Raisza Makis yang menjabat Ketua PSI Pangkep merupakan ipar Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan anak mantan Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid. Ketua PSI Parepare Syamsul Rijal Madani juga diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Wali Kota Parepare Tasming Hamid.
Di Barru, Ulfah Nurul Huda—putri mantan Bupati Barru Suardi Saleh yang juga Ketua NasDem Barru—menjabat Ketua PSI. Sementara di Sidrap, keluarga Bupati sekaligus Sekretaris NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif juga memimpin struktur PSI setempat.
“Yang jelas ada kepala daerah dan mantan kepala daerah yang akan masuk struktur. Itu akan diumumkan saat Rakernas dan Rakorwil,” tegas Iksan.
Isu Kepindahan Rusdi Masse Menguat
Menguatnya isu kepindahan kepala daerah NasDem ke PSI tak bisa dilepaskan dari kabar hengkangnya Rusdi Masse (RMS), Ketua DPW NasDem Sulsel. Sejumlah pengurus NasDem Sulsel bahkan mengklaim surat pengunduran diri RMS ke DPP NasDem telah diserahkan.
“Informasinya sudah A1,” ujar salah satu sumber internal NasDem.
PSI sendiri tak menampik isu tersebut. Seorang pengurus PSI daerah menyebut kepindahan RMS bukan lagi sekadar rumor, hanya tinggal menunggu momentum pengumuman resmi.
“Kalau pindahnya Pak RMS itu sudah pasti, tinggal waktunya saja,” ujarnya.
Namun hingga kini, Wakil Sekjen DPP NasDem Jafar Sidik belum memberikan respons resmi terkait kabar tersebut.
NasDem Sulsel di Puncak, PSI Incar Momentum
Di bawah kepemimpinan RMS sejak 2016, NasDem Sulsel mencatat lonjakan signifikan. Pada Pileg dan Pilkada Serentak 2024, NasDem berhasil merebut kursi Ketua DPRD Sulsel dan mendudukkan 17 kader di DPRD provinsi. Di Pilkada, tujuh kader NasDem terpilih sebagai bupati dan wali kota, termasuk di Sidrap, Pinrang, Enrekang, Parepare, Pangkep, Jeneponto, dan Luwu Timur.
Kondisi ini justru dinilai menjadi momentum strategis bagi PSI untuk menarik figur kepala daerah berpengaruh.
Jokowi Dijadwalkan Hadir di Rakernas PSI
Rakernas PSI di Makassar juga akan dihadiri Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Jokowi dijadwalkan memberikan arahan kepada sekitar 3.000 kader PSI se-Indonesia pada hari ketiga Rakernas, 31 Januari 2026.
“Insyaallah Pak Jokowi hadir memberikan pengarahan,” kata Sekretaris DPW PSI Sulsel, Indira Mulyasari.
Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep dipastikan hadir dan akan memimpin langsung seluruh jajaran partai. Jokowi disebut hadir dalam kapasitas sebagai mantan Presiden RI.
Pengamat: Peluang Terbuka, Tapi Ada Risiko
Pengamat politik Muhammad Asratillah menilai strategi PSI menggaet kepala daerah cukup realistis dalam konteks politik pasca-Pilkada. Menurutnya, banyak kepala daerah kini bersikap pragmatis dan mencari kendaraan politik yang fleksibel serta dekat dengan pusat kekuasaan.
“PSI relatif cair, minim konflik internal, dan punya kedekatan dengan pusat kekuasaan nasional. Itu daya tarik utama bagi kepala daerah,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan risiko jika PSI terlalu bertumpu pada figur. Masuknya kepala daerah berpotensi memicu konflik kepentingan dan menggeser karakter PSI dari partai gagasan menjadi partai figur.
“Jika tidak diatur dengan mekanisme internal yang kuat, kepala daerah bisa menjadi ‘partai di dalam partai’,” jelasnya.
Meski demikian, Asratillah menilai PSI berpeluang menjadi kekuatan baru di Sulsel jika mampu menyelaraskan modal politik elit kepala daerah dengan gerakan akar rumput dan strategi pemasaran politik yang efektif.


