Lampu padam bergilir lagi. Rupanya listrik juga punya jadwal piknik, kadang menyala, kadang menghilang tanpa kabar.
Padahal berkurangnya debit air saat El Nino bukan kejutan dari planet Mars. Siklus kekeringan bisa diprediksi. Kalau manusia biasa saja bisa membaca ramalan cuaca, mestinya perusahaan energi sebesar PLN juga punya kalkulator untuk menghitung: “Kalau air berkurang, listrik kita bagaimana?”
Yang lebih serius, lampu padam punya multiplier effect yang langsung terasa. Pelaku ekonomi menanggung kerugian. Toko, restoran, usaha kecil, perkantoran dan industri terganggu. Mesin berhenti, transaksi tertunda, produktivitas turun.
Belum lagi lampu lalu lintas ikut padam. Jalanan yang biasanya sudah macet berubah menjadi arena uji kesabaran nasional. Pengendara saling berebut ruang, polisi lalu lintas ikut bekerja ekstra, dan waktu masyarakat terbuang begitu saja.
Jadi, jangan melihat pemadaman hanya sebagai persoalan “lampunya mati.” Yang ikut mati sesaat adalah aktivitas ekonomi, produktivitas, kenyamanan, bahkan sebagian kepercayaan publik.
Ironisnya, PLN sebenarnya bukan tidak tahu El Nino datang. Yang patut dipertanyakan adalah apakah mitigasinya sudah disiapkan sebelum air menyusut, atau baru sibuk mencari alasan setelah turbin kehilangan tenaga.
Dan di sinilah PLN bisa memberi kontribusi—sayangnya kontribusi pada penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah Prabowo, yang dalam beberapa waktu terakhir justru mulai membaik.
Para direktur PLN digaji tinggi bukan untuk menjadi komentator pemadaman. Mereka dibayar mahal untuk mengantisipasi masalah sebelum masalah menjadi berita.
PLN juga mendapatkan hak istimewa untuk memonopoli penyediaan listrik. Maka hak istimewa itu seharusnya datang bersama tanggung jawab yang lebih besar: ketika tantangan datang, alternatif sudah tersedia.
Kalau debit air turun, ada skenario. Kalau PLTA melemah, ada cadangan. Kalau El Nino datang, jangan sampai strategi terakhir adalah mematikan lampu lalu meminta masyarakat memahami keadaan.
Sebab rakyat sebenarnya tidak meminta listrik menyala karena mukjizat.
Mereka hanya berharap lembaga yang diberi monopoli dan digaji mahal punya cukup perencanaan agar lampu tetap menyala ketika matahari sudah tenggelam.
#nurmalMIND


