Opini

Pemimpin dan Seni Memilah Orang Dekat

Menjadi pemimpin itu bukan cuma soal mengatur orang banyak. Yang lebih sulit justru mengatur orang-orang yang terlalu dekat. Sebab semakin dekat seseorang, semakin sulit pula membedakan mana yang benar-benar membantu dan mana yang sekadar sedang mencari keuntungan.

Ada orang datang membawa loyalitas. Ada yang membawa kepentingan. Ada pula yang membawa keduanya sekaligus—dan biasanya kepentingannya lebih berat.

Karena itu, pemimpin harus pandai memilah.

Jangan membangun lingkaran kekuasaan yang isinya hanya orang-orang yang rajin berkata, “Betul, Pak!” Bahkan ketika pemimpinnya jelas-jelas sedang salah jalan. Pemimpin membutuhkan orang yang loyal, tetapi juga berani mengoreksi. Sebab pemimpin yang hanya dikelilingi tukang puji lama-lama akan merasa dirinya sempurna. Padahal yang sempurna biasanya hanya laporan yang sudah diedit.

Orang dekat juga jangan sekadar dipelihara. Mereka harus diberdayakan. Berikan tugas, kewenangan, target dan kesempatan berkembang. Dari situ akan terlihat siapa yang mampu bekerja dan siapa yang hanya hebat ketika berada di samping pemimpin.

Menkeu Baru dan Misi Menyelamatkan Persepsi Prabowo

Ukuran orang dekat bukan seberapa sering ia duduk di sebelah pemimpin, tetapi seberapa besar ia mampu membuat pekerjaan pemimpin menjadi lebih ringan.

Pemimpin juga perlu berani mengatakan “tidak”. Sebab orang yang tulus biasanya tetap bekerja meski permintaannya ditolak. Sebaliknya, orang yang merasa kedekatan adalah kartu ATM akan mulai berubah ketika saldonya tidak bisa dicairkan.

Namun meminggirkan orang juga tidak boleh dilakukan secara emosional. Berikan kesempatan untuk belajar, perbaiki kinerja, pindahkan bila salah posisi. Tetapi jika setelah diberi ruang tetap tidak berkembang, maka saatnya memberi kesempatan kepada orang lain.

Kedekatan bukan jabatan. Jasa masa lalu bukan garansi untuk masa depan.

Pemimpin yang baik bukan yang mempertahankan semua orang di sekitarnya, melainkan yang tahu siapa yang harus diberi ruang, siapa yang perlu dibina, dan siapa yang sudah waktunya dipersilakan mencari panggung lain.

Sulsel Tidak Kekurangan BBM, Sulsel Kekurangan Manajemen Krisis

Sebab organisasi bukan tempat penitipan orang dekat.

Dan pemimpin bukan ATM berjalan.

Pada akhirnya, lingkaran terbaik bukan yang paling ramai, melainkan yang berisi orang-orang yang kompeten, loyal, berani berkata benar dan mampu tumbuh bersama kepemimpinan.

Sebab pemimpin yang salah memilih orang dekat bisa jatuh bukan karena musuh di luar pagar.

Bisa jadi karena terlalu banyak “teman” yang berdiri di dalam pagar.

Jejak Pemimpin Konstruksi: Dari Ruang Perencanaan ke Panggung Publik

#nurmalMIND

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik