Peristiwa

Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung

Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung
Tim SAR temukan korban kecelakaan pesawat ATR 400

MAROS – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Koordinator Operasi SAR, Bangun Nawoko, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengungkapkan kondisi maupun identitas korban yang ditemukan. Tim masih memfokuskan seluruh upaya pada proses evakuasi mengingat medan yang dihadapi sangat ekstrem.

“Untuk kondisi korban belum bisa kami sampaikan. Yang jelas proses evakuasi membutuhkan effort yang cukup keras karena kondisi medan yang luar biasa,” ujar Bangun Nawoko.

Korban yang ditemukan tersebut saat ini tengah dievakuasi menuju Posko Advanced Junction Unit (AJU) di Tompobulu. Selanjutnya, korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan ante mortem.

Bangun menjelaskan, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat, tepatnya di lereng gunung sekitar puncak Gunung Bulusaraung. Lokasi tersebut memiliki medan berupa jurang dengan tingkat kecuraman yang cukup tinggi.

Polisi Tangkap Dua Remaja Terkait Tawuran Sinassara-Buloa, Satu Diduga Janjikan Rp100 Ribu

“Posisinya berada di sebelah utara puncak gunung, di area jurang, dan hampir berdekatan dengan lokasi ditemukannya serpihan pesawat,” jelasnya.

Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan. Hal ini dilakukan mengingat masih terdapat korban lain yang belum ditemukan. Selain pencarian korban, proses evakuasi puing-puing pesawat juga terus dilakukan.

Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut 10 orang saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat dilaporkan hilang kontak di sekitar kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat itu diketahui disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk keperluan pengawasan udara. Dari total 10 orang di dalam pesawat, terdiri atas 7 kru dan 3 penumpang.

Tujuh kru pesawat tersebut yakni Andy Dahananto selaku kapten (CAPT), Farhan Gunawan sebagai co-pilot (SIC FO), Hariadi (FOO), Restuadu (EOB), Dwi Murdiono (EOB), Florencia Lolita S (FA), serta Esther Aprilita S (FA).

49 Kandang Babi Tanpa Izin di Panaikang Makassar Dibongkar, Warga Keluhkan Limbah dan Bau

Sementara tiga penumpang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), yakni Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara, Feri Irawan selaku Analis Kapal Pengawas, dan Yoga Naufal sebagai Operator Foto Udara.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik