Peristiwa

Kisah Warga Lokal Pandu SAR Evakuasi Korban Pesawat di Bulusaraung

Kisah Warga Lokal Pandu SAR Evakuasi Korban Pesawat di Bulusaraung
Kisah Warga Lokal Pandu SAR Evakuasi Korban Pesawat di Bulusaraung

PANGKEP – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Sebanyak 34 personel SAR diberangkatkan pada Senin pagi (19/1/2026) untuk mengevakuasi satu jenazah yang diduga merupakan korban jatuhnya pesawat tersebut.

Evakuasi memasuki hari ketiga operasi dan dipandu langsung oleh Arman (38), warga Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, yang pertama kali menemukan jenazah pada Minggu (18/1/2026). Jenazah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 200 meter dari jalur pendakian.

Hingga Minggu sore, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena medan yang sangat terjal serta kondisi cuaca yang tidak bersahabat, berupa hujan dan kabut tebal. Jenazah pun masih tertahan di lokasi penemuan.

Asisten Perencanaan Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, yang memimpin apel persiapan operasi di Posko AJU, Desa Tompobulu, menegaskan bahwa fokus utama hari ini adalah penjemputan jenazah dari lereng gunung.

Ia menginstruksikan agar pengerahan personel dilakukan secara selektif dan terukur, mengingat medan ekstrem yang dihadapi. Sistem estafet diterapkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman hingga jenazah tiba di Posko AJU.

Dapur MBG Kalukalukuang Belum Aktif, Tamsil Linrung Ajak BGN ke Lapangan

Menurut Kusnianto, operasi ini merupakan misi kemanusiaan yang menuntut kerja sama dan kekompakan seluruh unsur yang terlibat. Tidak ada perbedaan peran, seluruh personel memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyukseskan evakuasi.

Sementara itu, Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa jalur evakuasi akan dipandu langsung oleh warga setempat, namun tetap mengandalkan perangkat navigasi GPS sebagai langkah pengamanan.

Ia juga menekankan pentingnya aspek keselamatan personel selama operasi berlangsung. Koordinator lapangan diminta memastikan seluruh anggota tim tetap dalam kondisi sehat dan tidak terpisah dari kelompok. Kebutuhan logistik disebut telah disiapkan, termasuk logistik tambahan jika diperlukan di lapangan.

Arman, warga yang menemukan jenazah, menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam jurang. Kondisi tubuh korban masih utuh, namun pakaian sudah tidak dikenakan. Di sekitar lokasi, ditemukan sejumlah barang pribadi berupa dokumen identitas, paspor, kartu ATM, serta sebuah telepon genggam dalam kondisi rusak.

Ia mengaku menemukan jenazah tersebut setelah bersama dua warga lain membantu pencarian sejak pagi hari. Penemuan itu langsung dilaporkannya kepada tim SAR, termasuk titik koordinat lokasi.

Ditegur Kerap Mabuk, Pria di Makassar Ancam Orang Tua Pakai Pisau

Diketahui, pesawat ATR 42-500 tersebut membawa 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang, dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros-Pangkep.

Pesawat tersebut disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk keperluan pengawasan udara. Tujuh kru pesawat terdiri dari Andy Dahananto (kapten), Farhan Gunawan (first officer), Hariadi (flight operation officer), Restuadu dan Dwi Murdiono (engineer on board), serta Florencia Lolita S dan Esther Aprilita S (pramugari).

Adapun tiga penumpang yang tercatat sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yakni Deden Mulyana, Feri Irawan, dan Yoga Naufal.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik