Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi mundur dari Partai Golkar. Surat pengunduran diri diserahkan langsung kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Senin (5/10/2026).
Appi menemui IAS di kediaman pribadinya di kawasan Batu Putih, Makassar, untuk menyampaikan pamit sekaligus menyerahkan surat pengunduran diri dari partai berlambang pohon beringin tersebut. Pertemuan berlangsung sekitar 25 menit sebelum IAS bertolak ke Jakarta untuk diagendakan bertemu Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
Dalam pertemuan itu, Appi tampil mengenakan kemeja putih dan didampingi sejumlah tokoh, termasuk Wakil Bupati Soppeng sekaligus Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle serta Muh Nur Alamsyah M Se MM yang merupakan fungsionaris Golkar Makassar.
Keputusan Appi meninggalkan Golkar menjadi catatan baru dalam perjalanan politiknya setelah sekitar enam tahun bergabung dengan partai tersebut. Appi tercatat bergabung dengan Partai Golkar pada 2020 dan setahun kemudian dipercaya memimpin DPD II Golkar Makassar melalui Musda Golkar Makassar, menggantikan Farouk M Betta.
Selama memimpin Golkar Makassar, Appi membawa partai tersebut memperoleh tambahan kursi di DPRD Kota Makassar pada Pemilu 2024. Pada Pemilu Legislatif 2024, Appi juga berhasil mengamankan satu kursi DPRD Sulsel dari Daerah Pemilihan Makassar A setelah meraih 29.802 suara sah. Perolehan suara pribadi itu menempatkan Appi di atas Kadir Halid dalam perebutan kursi DPRD Sulsel dari dapil tersebut.
Namun, setelah berhasil terpilih, Appi memilih mengundurkan diri sebelum menjalani pelantikan sebagai anggota DPRD Sulsel. Kursi yang diperolehnya kemudian digantikan Kadir Halid.
Di tingkat DPRD Kota Makassar, Golkar meraih 97.209 suara pada Pileg 2024, unggul tipis dari Partai NasDem yang mengumpulkan 94.756 suara. Perolehan itu membuat jumlah kursi Golkar di DPRD Makassar bertambah dari lima menjadi enam kursi, sementara NasDem tetap berada di posisi teratas dengan delapan kursi.
Selain hasil pemilu legislatif, Appi juga menjadi bagian dari perjalanan Golkar dalam kontestasi Pilkada Makassar. Pada Pilkada Makassar, Golkar berhasil meraih kemenangan bersama pasangan yang diusungnya dan mengakhiri rentang kekalahan partai tersebut selama 15 tahun dalam pemilihan kepala daerah di Makassar. Kemenangan terakhir Golkar dalam Pilkada Makassar sebelum itu tercatat pada Pilkada 2009.
Dengan pengunduran diri ini, Appi menutup babak enam tahun kebersamaannya dengan Golkar. Kepergiannya dari partai yang membesarkannya di Pilkada Makassar menjadi langkah politik yang menandai arah baru, seiring tawaran Partai Demokrat yang sebelumnya disampaikan Andi Alfian Mallarangeng.


