Tawuran antarsiswa kembali terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kali ini, aksi saling kejar antarpelajar terjadi di Jalan Andi Djemma saat jam pulang sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Tawuran berlangsung singkat dan sempat membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat.
Warga sekitar kemudian bersama sejumlah pengemudi ojek online (ojol) turun tangan membubarkan para pelajar yang terlibat tawuran.
Warga bernama Nazirah (39) mengatakan, para siswa terlibat aksi saling kejar di badan jalan.
“Kejadiannya tadi sekitar jam satu siang, karena jam pulang sekolah. Tawuran antar anak sekolah, saling kejar-kejaran,” kata Nazirah kepada detikSulsel, Selasa (11/8/2026).
Menurut Nazirah, kemacetan yang ditimbulkan akibat tawuran hanya berlangsung sesaat. Para pelajar langsung membubarkan diri setelah warga dan ojol datang ke lokasi.
“Iya (sempat macet) tapi cuma sekilas. Tidak lama. Langsung bubar. Tidak sampai 15 menit karena dibubarkan warga sini dibantu ojol,” ujarnya.
Warga Tak Melihat Pelajar Bawa Sajam
Nazirah mengaku tidak melihat adanya siswa yang membawa senjata tajam (sajam) ataupun busur dalam tawuran tersebut.
Dia juga tidak mengetahui secara pasti sekolah asal seluruh pelajar yang terlibat. Namun, menurutnya, sejumlah siswa dari beberapa SMK memang kerap berkumpul di kawasan Jalan Andi Djemma.
“Tidak ada tadi kuliat (bawa sajam). Tidak jelas, di sini biasa ada anak SMK 6, SMK 10, SMK 3 dan SMK 2. Tapi tadi kebanyakan anak SMK 6 sama 10,” jelasnya.
Nazirah menyebut aksi serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Para pelajar disebut sering berkumpul di sepanjang Jalan Andi Djemma dan terkadang terlibat keributan.
“Sering memang di sini ngumpul, kadang bikin kacau. Tiap hari ngumpul di sekitar sini sepanjang Jalan Andi Djemma ini. Semestinya gurunya pantau siswanya kalau keluar sekolah,” tuturnya.
Warga Resah Tawuran Berulang
Kondisi tersebut membuat warga dan para pedagang di sekitar lokasi merasa resah. Nazirah menyebut tawuran pelajar bahkan dapat terjadi hingga satu atau dua kali dalam sebulan.
“Terus terang kita juga resah, karena kayaknya itu dalam sebulan pasti ada satu atau dua kali tawuran,” tambahnya.
Aksi tawuran pelajar tersebut kemudian viral di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah siswa terlihat saling kejar di badan jalan hingga membuat pengguna jalan harus berhati-hati saat melintas.
Tawuran akhirnya berhasil dibubarkan oleh warga bersama pengemudi ojol. Tidak ada laporan korban luka dalam kejadian tersebut.


