News

Dinas Pertanian Luwu Apresiasi MDA, Dorong Kolaborasi Perkuat Pertanian Desa Balla

LUWU, RAKYATSULSEL – Kontribusi PT Masmindo Dwi Area (MDA) dalam mendukung pengembangan masyarakat Desa Balla, Kecamatan Bajo, mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Luwu.

Dukungan MDA yang selama ini menyentuh sejumlah sektor diharapkan dapat diperluas ke sektor pertanian, mengingat sektor tersebut menjadi salah satu penggerak ekonomi dan sumber penghidupan masyarakat Desa Balla.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Hidayat Ilyas, mengatakan perhatian MDA terhadap masyarakat Desa Balla menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Semoga ini kita tetap pertahankan dan kita berikan apresiasi kepada MDA. Selama ini, setelah kita lihat dan mendengarkan langsung, atensinya luar biasa kepada keluarga yang ada di Desa Balla, Kecamatan Bajo secara umum,” kata Hidayat saat menghadiri panen raya di Desa Balla, Rabu (30/9/2026).

Menurut Hidayat, kolaborasi lintas pihak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya ketika petani menghadapi musim kemarau dan keterbatasan pasokan air.

Syukuran 11 Tahun Berlalu, Jejak Kemanusiaan Aviastar Kembali Mempertemukan Adex Yudiswan dan Warga Gamaru

Ia menyebut kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT), PSDA, Kementerian Pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Walaupun kita dilanda kekeringan, alhamdulillah panen yang dirasakan oleh keluarga di sini hasilnya melebihi dari panen sebelumnya,” ujarnya.

Hidayat berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Ia juga mendorong agar dukungan MDA ke depan dapat mencakup sektor pertanian sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

“Semoga di musim tanam yang selanjutnya ini, harapan-harapan kita bisa terwujud. Sehingga ujung dari semua yang kita lakukan ini, keluarga petani menjadi jauh lebih baik dan peningkatan kesejahteraan itu bisa bertambah,” tuturnya.

Kepala Desa Balla, Baso Jima, mengatakan pemerintah desa berharap MDA dapat mengambil bagian dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Taruna Ikrar Ungkap Strategi Baru BPOM Menuju 2045

“Berkaitan dengan perusahaan MDA di desa kami, kami juga mengikutkan nanti dalam hal ini untuk sektor pertanian, baik dari sumber daya manusianya, yakni meng-cover sektor pertanian,” kata Baso.

Menurut Baso, dukungan MDA sebelumnya telah dirasakan masyarakat melalui sejumlah program, antara lain di sektor peternakan, pengembangan UMKM, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan.
“Kalau kemarin-kemarin ini, alhamdulillah sektor peternakan sudah ada bantuan. Kemudian UMKM dengan BLK sudah diturunkan bantuan untuk pelatihan dari MDA,” ujarnya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat dikembangkan ke sektor pertanian, mengingat aktivitas pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat Desa Balla.

Panen 7,5 Ton per Hektare di Tengah Kemarau
Dalam panen raya tersebut, hasil panen padi di Desa Balla tercatat mencapai sekitar 7,5 ton per hektare atau sekitar 60 karung. Capaian itu diperoleh di tengah kondisi musim kemarau dan keterbatasan pasokan air.

Pemerintah desa bersama kelompok tani dan sejumlah pihak melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan air, antara lain melalui pengaturan distribusi air irigasi dan pompanisasi.
Sekitar 10 hektare lahan yang terdampak kekeringan juga disebut berhasil ditangani sehingga tanaman dapat bertahan hingga masa panen.

Kapolres Luwu Kunjungi Arung Senga, Bahas Kamtibmas dan Sinergitas

“Alhamdulillah, kami di Desa Balla bekerja sama dengan kelompok tani. Kemudian Babinsa, Ibu Camat dan stakeholder lainnya, BPP, turun berkolaborasi dan bekerja sama menangani pertanian pada saat musim kemarau,” kata Baso.

Keberhasilan menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau menjadi modal bagi pemerintah desa dan kelompok tani untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya.

Melalui tudang sipulung bersama petani, jadwal tanam telah disepakati dengan target penanaman tidak melewati Desember 2026.

Pengaturan debit air dari hulu ke hilir tetap menjadi salah satu langkah utama dalam menghadapi kondisi kemarau. Sementara itu, pompanisasi disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila pasokan air kembali mengalami kendala.
(Irmus)

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik