JAKARTA — Nama komika Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik setelah cuplikan pertunjukan stand-up comedy terbarunya beredar luas di media sosial. Dalam materi komedinya, Pandji menyinggung isu pencucian uang (money laundering) yang dikaitkan dengan pejabat, hingga memunculkan nama selebritas Raffi Ahmad sebagai contoh spontan yang memantik perbincangan warganet.
Momen tersebut terjadi dalam pertunjukan tunggal Pandji bertajuk Mens Rea. Usai pentas, sejumlah potongan video dari materi tersebut diunggah ke berbagai platform, salah satunya TikTok, dan dengan cepat menjadi viral.
Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan berasal dari akun TikTok @kardus.indomie27, yang menampilkan cuplikan Pandji saat mengulas skema pencucian uang. Dalam materinya, Pandji awalnya tidak menyebut nama figur publik tertentu, melainkan mengangkat contoh fiktif seorang jenderal polisi yang terlibat bisnis ilegal.
Pandji menggambarkan situasi di mana pejabat tersebut memperoleh dana haram senilai Rp100 miliar dari bisnis narkoba. Uang itu, menurutnya, tidak mungkin langsung dimasukkan ke rekening pribadi karena akan memicu kecurigaan perbankan dan berpotensi dilaporkan ke PPATK.
“Dari bisnis narkoba ini dia dapat Rp100 miliar. Ini uang haram. Mau dikemanain Rp100 miliar? Masuk rekening nggak mungkin,” ujar Pandji dalam cuplikan video tersebut, dikutip Selasa (6/1/2026).
Untuk menghindari pelacakan, lanjut Pandji, uang tersebut kemudian dialirkan ke berbagai usaha legal sebagai cara menyamarkan asal-usul dana.
“Diputer ke sejumlah bisnis. Sepuluh bisnis. Masing-masing Rp10 miliar. Sepuluh, sepuluh, sepuluh, habis,” ucapnya.
Di tengah penjelasan itu, suasana mendadak berubah ketika seorang penonton meneriakkan nama Raffi Ahmad. Pandji pun menanggapi spontan celetukan tersebut dan mengulang nama sang selebritas, namun dengan nada bercanda dan defensif.
“Raffi Ahmad. Apaan sih lu? Gila kali lu? Friend gue! Raffi Ahmad friend, Bro!” kata Pandji disambut tawa penonton.
Menyadari potensi sensitivitas isu tersebut, Pandji segera menegaskan bahwa penyebutan nama Raffi Ahmad semata-mata sebagai contoh dan bukan bentuk tuduhan.
“Menurut keyakinan gue, mah dia bilang Raffi Ahmad. Ya sudah, misalnya Raffi Ahmad. Kan misalnya,” jelasnya.
Pandji kemudian menutup materinya dengan menjelaskan bagaimana uang hasil pencucian, setelah melewati proses bisnis dan menghasilkan keuntungan, kerap dianggap sebagai dana “bersih”.
“Namanya bisnis dikasih duit, karena ada revenuenya. Ujung-ujungnya jadi dividen. Duit itu, berapa pun hasilnya, dianggap duit bersih,” tandas Pandji.
Hingga kini, potongan video tersebut terus menuai reaksi beragam dari warganet, mulai dari yang menilai sebagai kritik sosial khas stand-up comedy, hingga yang menganggap isu tersebut terlalu sensitif untuk dijadikan materi candaan.


