Pemerintah resmi menurunkan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp2 juta per jemaah. Kebijakan ini dinilai membawa dampak positif bagi calon jemaah haji Indonesia.
Wakil Sekretaris Jenderal Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sapuhi), Adjie Mubarok, menyambut baik keputusan tersebut.
Menurutnya, penurunan biaya ini menjadi kabar melegakan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Ini merupakan kebijakan yang cukup baik, meringankan para jemaah haji Indonesia,” ujarnya, Kamis (9/4).
Dinilai Cerminkan Kepedulian Pemerintah
Adjie menilai kebijakan ini menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap kemampuan finansial masyarakat.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat terus melakukan evaluasi agar biaya haji semakin terjangkau tanpa mengorbankan kualitas layanan.
“Kita berharap ke depannya bisa ada lagi penurunan biaya serta peningkatan pelayanan dalam pelaksanaan ibadah haji Indonesia,” imbuhnya.
Prabowo Subianto Pastikan Biaya Tetap Turun
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa biaya haji tahun 2026 tetap diturunkan sekitar Rp2 juta, meski terjadi kenaikan harga avtur global.
“Pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan sekitar Rp2 juta walaupun harga avtur naik,” ujarnya dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta.
Indonesia Miliki Lahan 45 Hektare di Makkah
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan bahwa Indonesia kini memiliki lahan seluas 45 hektare di Makkah.
Lahan ini rencananya akan dikembangkan menjadi perkampungan haji khusus bagi jemaah asal Indonesia.
Ke depan, pemerintah berencana membangun puluhan menara sebagai fasilitas akomodasi jemaah.
Wacana Terminal Khusus Haji untuk WNI
Selain pembangunan perkampungan haji, pemerintah juga tengah mengupayakan adanya terminal khusus di bandara Arab Saudi bagi jemaah Indonesia.
Langkah ini dinilai dapat mempercepat proses keberangkatan dan kepulangan jemaah.
“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi agar Indonesia bisa memiliki terminal khusus haji, supaya proses masuk dan keluar bisa lebih cepat,” ujar Prabowo.
Menuju Layanan Haji Lebih Terjangkau dan Profesional
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah tidak hanya berupaya menekan biaya, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan haji.
Kebijakan ini diharapkan menjadi awal dari transformasi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia yang lebih terjangkau, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah di masa mendatang.


