Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa partainya belum pernah membahas wacana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode sebagaimana dilontarkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Kalaupun ada pihak lain yang berbicara, itu berbicara atas nama partainya masing-masing dan kepentingannya sendiri. Silakan saja,” ujar Herman saat ditemui di Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Herman menilai pemerintah saat ini masih menghadapi tantangan politik, ekonomi, dan sosial yang tidak ringan. Karena itu, Demokrat memilih fokus membantu pemerintahan Prabowo agar program-program prioritas nasional dapat berjalan optimal.
“Demokrat saat ini masih fokus membantu suksesnya program Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Pernyataan Jokowi Kembali Menghangatkan Isu 2029
Isu Prabowo–Gibran dua periode kembali mencuat setelah Jokowi memberikan pernyataan singkat kepada wartawan di kediamannya di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat, 30 Januari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat Jokowi dimintai tanggapan atas komentar Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang menyebut Gibran berpotensi menjadi kompetitor kuat dalam Pilpres 2029.
Ahmad Ali sebelumnya menyampaikan pandangan itu dalam Podcast Gaspol Kompas.com yang tayang Kamis, 22 Januari 2026. Menanggapi hal tersebut, Jokowi hanya menjawab singkat, “Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode. Udah, itu saja.”
Prabowo Persilakan Bertarung di 2029
Beberapa hari setelah polemik itu berkembang, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan terbuka kepada pihak-pihak yang tidak sejalan dengan pemerintahannya. Prabowo mempersilakan mereka untuk berkompetisi secara sehat dalam Pemilihan Presiden 2029.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
“Kalau saudara tidak suka sama Prabowo, silakan, 2029 bertarung. Tapi jangan merusak seluruh bangsa,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.


