MAKASSAR – Kelangkaan LPG 3 kilogram di Sulawesi Selatan kini mengarah pada dugaan kebocoran distribusi. DPRD Sulsel mengungkap indikasi gas melon yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat justru dijual ke luar daerah, hingga Morowali dan Kendari, dengan harga mencapai Rp160 ribu per tabung.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif, menyebut harga tersebut jauh di atas HET Rp18 ribu. “Gas melon untuk distribusi di Sulsel malah diduga dijual ke Morowali dan Kendari. Harganya bisa Rp160 ribu,” ujarnya dalam rapat bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rabu (9/9/2026).
DPRD meminta Pertamina melakukan pendataan ulang pangkalan LPG subsidi dan memperketat pengawasan distribusi. Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menegaskan stok BBM dan LPG subsidi relatif aman, namun distribusi harus tepat sasaran.
Sementara itu, Polda Sulsel membentuk Satgas bersama Pemprov, TNI, dan instansi terkait untuk menyelidiki kelangkaan LPG. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, menegaskan kepolisian tidak akan menoleransi praktik mafia energi.
Di sisi lain, antrean panjang BBM di Makassar juga mendapat sorotan Anggota Komisi XII DPR RI, Ridwan Andi Wittiri (ARW). Ia mendesak Pertamina segera membenahi distribusi agar masyarakat tidak terus dirugikan. “BBM dan LPG subsidi adalah kebutuhan dasar. Distribusi harus diawasi agar tepat sasaran,” tegasnya.


