Nasional

Warganet Ribut Biaya Sumur Bor Rp 150 Juta, Begini Penjelasan TNI AD

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1). (Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1). (Istimewa)

JAKARTA – Percakapan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak terkait biaya sumur bor antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta, menjadi bahan keributan warganet. Prabowo sempat menanyakan biaya pembuatan sumur bor untuk korban bencana di Pulau Sumatera.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menjelaskan, biaya sumur bor yang mencapai Rp 150 juta itu tidak malah. Dia mengatakan, pembangunan sumur bor yang dimaksud Jenderal Maruli adalah di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Biaya sumur bor yang dikerjakan personel TNI AD tersebut mampu menjangkau 500 kepala keluarga (KK). “Kalau secara rinci biayanya segitu, tapi sebesar itu program di Banyumas yang diresmikan Bapak KSAD, ini wajar,” kata Donny kepada Republika di Jakarta, Sabtu (3/1/2025).

Dia pun meminta publik tidak beranggapan, biaya Rp 150 juta itu hanya untuk satu rumah. Menurut Donny, program sumur bor yang sudah dijalankan KSAD adalah pompa hidram (hydraulic ram pump) yang saluran airnya juga bisa untuk irigasi.

“Jadi demikian, bukan sumur bor yang di rumah-rumah. Sekali lagi program ini dijalankan di Banyumas, di Karawang, banyak sekali program-program Bapak KSAD,” ucap Donny.

Pemerintah Kembangkan AI untuk Pantau Kekayaan Wajib Pajak Tajir

Dia memahami, pernyataan biaya yang disampaikan KSAD membuat publik berspekulasi macam-macam. Meski begitu, Donny menegaskan, TNI AD siap membuktikan di lapangan jika biaya pembuatan sumur bor sangat terjangkau.

“Seperti itulah, jadi dianggap kok mahal sekali itu. Biasa kita sudah disalahartikan. Nanti kita lihat hasilnya di lapangan,” ujar Donny.

Dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (1/1/2026), Prabowo sempat menanyakan biaya pembuatan sumur bor kepada jajarannya. Kepala BNPB Letjen Suharyanto sempat menyampaikan, biayanya sekitar Rp 100 juta. Adapun KSAD Jenderal Maruli menyebut, biayanya bisa sampai Rp 150 juta, tergantung kondisi tanah.

“(Biaya) Rp 100 juta sampai Rp 150 juta, Bapak,” kata Suharyanto melaporkan kepada Prabowo. Menurut dia, dengan biaya sebesar itu sudah mencakup instalasi air dan tangki air, yang bisa langsung diambil oleh warga korban bencana.

“Mungkin gak cukup, di atas Rp 100 (juta) Bang,” kata Maruli melanjutkan pernyataan Suharyanto.

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Buruh Hadir dan Bernyanyi Terima Kasih

Prabowo pun menganggap biaya sebesar itu sangat terjangkau. “Menurut saya Rp 150 juta itu murah. Tapi ini sudah termasuk biaya tenaga kerjanya atau belum? Atau malah tentaranya tidak dibayar?” kata Prabowo.

Dia juga berpesan, prajurit TNI yang membangun sumur bor mendapatkan honor. Suharyanto pun menjawab dengan alokasi sebanyak itu, personel TNI AD yang ikut membuat sumur mendapatkan insentif. “Sudah dibayar, Pak. Siap,” ujarnya.

KSAD Jenderal Maruli pun tertawa ketika Prabowo mengingatkan Kepala BNPB terkait pekerja sumur bor juga harus dibayar.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik