Internasional

Trump Desak Israel Hentikan Serangan di Gaza, Beda Sikap dengan Netanyahu

Trump Desak Israel Hentikan Serangan di Gaza, Beda Sikap dengan Netanyahu
Trump Desak Israel Hentikan Serangan di Gaza, Beda Sikap dengan Netanyahu

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mendesak Israel menghentikan serangan di Gaza. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbedaan sikap antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait langkah untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Trump menyampaikan sikap itu dalam wawancara dengan Fox News pada Senin waktu setempat. Pernyataan tersebut muncul ketika penasihat sekaligus menantunya, Jared Kushner, tengah melakukan pembicaraan dengan Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel.

Sebelumnya, Kushner juga bertemu dengan perwakilan Hamas di Mesir untuk membahas upaya menghidupkan kembali rencana perdamaian Gaza.

Trump meyakini Hamas pada akhirnya bersedia menyerahkan persenjataannya. Karena itu, menurutnya, serangan Israel terhadap Gaza seharusnya tidak terus berlangsung.

“Pada akhirnya, mereka menyerahkan senjata mereka,” kata Trump.

5 Warga Luka, Bayi Terpapar Gas Air Mata dalam Tawuran Ujung Bori Makassar

Trump sebelumnya mengungkapkan bahwa Hamas telah menerima peta jalan 15 poin yang disusun Amerika Serikat. Dalam rencana tersebut, Hamas disebut akan menyerahkan senjata kepada otoritas Palestina sementara pasukan Israel secara bertahap ditarik dari Gaza.

Namun, pelaksanaan rencana itu masih terhambat perbedaan pandangan mengenai tahapan pelucutan senjata dan penarikan pasukan Israel.

Israel dan Hamas Beda Syarat

Israel menginginkan Hamas terlebih dahulu menyerahkan senjata sebelum pasukan militernya ditarik dari Gaza.

Sebaliknya, Hamas meminta serangan Israel dihentikan dan pasukan ditarik dari wilayah Gaza sebagai bagian dari proses menuju pelucutan senjata.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu hambatan utama dalam pelaksanaan rencana yang didorong pemerintahan Trump.

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran

Kushner dilaporkan bertemu dengan Kepala Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya dalam pembicaraan di Mesir. Dalam pertemuan tersebut, Kushner disebut mendorong Hamas mulai mengalihkan kewenangan kepada badan pemerintahan sipil Palestina yang baru dan mengambil langkah nyata menuju pelucutan senjata.

Kushner juga disebut meyakinkan Hamas bahwa Israel nantinya akan menjalankan kewajibannya sesuai dengan rencana yang telah disepakati.

Setelah pertemuan dengan Hamas, Kushner bertolak ke Israel dan bertemu Netanyahu serta sejumlah pejabat Dewan Perdamaian. Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari tiga jam.

Israel Tetap Klaim Hak Bela Diri

Di tengah dorongan Trump untuk menghentikan serangan, Israel tetap mempertahankan posisi bahwa mereka memiliki hak untuk merespons apabila Hamas kembali melakukan kekerasan atau dianggap mengancam keamanan.

“Israel tetap memegang hak penuh untuk membela diri. Jika Hamas melakukan tindakan teror, kekerasan, atau berupaya mempersenjatai diri kembali, Israel akan tetap memiliki hak untuk mengambil tindakan yang sesuai,” kata seorang pejabat Dewan Perdamaian.

Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026

Posisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama terkait urutan pelaksanaan kesepakatan masih belum menemukan titik temu.

Hamas menuntut penghentian serangan Israel dan penarikan pasukan, sementara Israel tetap mengaitkan penarikan pasukannya dengan pelucutan senjata Hamas.

Hamas juga disebut menegaskan bahwa kesepakatan yang telah ada tidak dapat dinegosiasikan ulang. Kelompok tersebut menyatakan telah menyampaikan sikapnya bersama faksi-faksi Palestina lainnya terkait ketentuan yang telah disepakati.

Menurut Hamas, persoalan yang kini harus diselesaikan adalah mendapatkan tanggapan Israel terhadap poin-poin kesepakatan yang sebelumnya telah disetujui.

Netanyahu Tetap Ingin Hamas Dilucuti

Rencana perdamaian yang didorong Trump sebelumnya menghasilkan gencatan senjata pada Oktober. Kesepakatan tersebut menghentikan pertempuran besar dan turut menghasilkan pertukaran sisa sandera Israel yang ditahan di Gaza dengan hampir 2.000 warga Palestina yang berada di penjara Israel.

Namun, pembicaraan tahap berikutnya kembali menemui jalan buntu. Persoalan utama berkisar pada persenjataan Hamas, penarikan pasukan Israel, serta masa depan pemerintahan Gaza.

Israel juga sempat menghentikan serangan di Gaza pada awal Agustus setelah adanya pembicaraan antara pejabat Israel dan sejumlah pihak terkait. Namun, serangan kemudian kembali meningkat.

Sekitar dua juta warga Palestina masih berada di Gaza. Sebagian besar dari mereka telah mengungsi akibat perang dan kini tinggal di tenda maupun bangunan yang rusak serta bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Usulan terbaru pemerintahan Trump berupaya menghidupkan kembali proses perdamaian dengan mendorong pelucutan senjata Hamas, pengalihan pemerintahan Gaza kepada badan sipil Palestina yang baru, serta dimulainya proses rekonstruksi.

Sementara itu, Netanyahu tetap bersikeras bahwa Hamas harus berhenti menjadi kekuatan bersenjata sekaligus penguasa Gaza sebelum perang dapat benar-benar diakhiri.

Perbedaan sikap tersebut terjadi ketika Israel bersiap menghadapi pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober. Netanyahu menghadapi tekanan politik domestik dan dukungan terhadap partainya yang disebut mengalami penurunan dalam sejumlah jajak pendapat.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik