Internasional

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran

Harga minyak mentah dunia merosot tajam pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Minyak mentah Brent turun 4,7 persen menjadi USD 83,77 per barel pada pukul 07.49 waktu Singapura. Bahkan, pada awal perdagangan, harga Brent sempat anjlok hingga 7,3 persen.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 4,8 persen ke level USD 80,64 per barel. Harga gas alam di Eropa juga ikut terkoreksi hingga 6,3 persen pada perdagangan awal Asia.

Pelemahan tersebut terjadi setelah Brent mencatat lonjakan sekitar 25 persen sepanjang Juli 2026, atau naik sekitar USD 32 per barel. Kenaikan itu dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Sentimen pasar berubah setelah Donald Trump memutuskan membatalkan rencana aksi militer terhadap Iran dan memilih melanjutkan upaya diplomasi.

Trump Desak Israel Hentikan Serangan di Gaza, Beda Sikap dengan Netanyahu

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan setuju membatalkan serangan dengan syarat kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat segera tercapai.

“Dengan syarat dapat segera mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz secepat mungkin. Semua orang, mulai bekerja dan selesaikan itu,” tulis Trump.

Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Meski ancaman serangan mereda, negara-negara produsen minyak di kawasan Teluk tetap berupaya mengamankan jalur distribusi energi. Turki dan Irak sepakat memperpanjang perjanjian pipa minyak yang memiliki kapasitas ekspor hingga 750.000 barel per hari.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan pembahasan dengan Oman mengenai jalur pelayaran di kawasan Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Namun, pemerintah Iran menegaskan perundingan tersebut belum membahas keputusan terkait pembukaan atau penutupan Selat Hormuz.

Presiden Argentina Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026

Pasar juga mencermati keputusan negara-negara OPEC+ yang menyetujui kenaikan terbatas kuota produksi minyak. Langkah itu sekaligus menuntaskan pemulihan pasokan yang sebelumnya dipangkas sejak 2023 dan membuka peluang peningkatan produksi jika konflik di Timur Tengah mereda.

Sementara itu, Kementerian Energi Kazakhstan memastikan Caspian Pipeline Consortium (CPC) kembali beroperasi dengan penerimaan minyak sekitar 100.000 ton per hari mulai 1 Agustus, setelah sempat mengalami penghentian sementara.

Meski demikian, aktivitas ekspor melalui jalur tersebut masih dibayangi risiko keamanan menyusul serangkaian serangan terhadap kapal tanker di kawasan Laut Hitam yang mengganggu distribusi minyak mentah Kazakhstan ke pasar global.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik