Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri atau yang akrab disapa Tantri, mengaku menjadi korban dugaan penipuan investasi yang diduga dilakukan oleh teman dekatnya sendiri. Akibat kasus tersebut, total kerugian yang dialami bersama sejumlah korban lain disebut mencapai hampir Rp10 miliar.
Kasus ini bermula dari hubungan pertemanan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Tantri mengungkapkan, terduga pelaku bernama Popi Novitasari merupakan teman sesama orang tua murid di sekolah anaknya.
Keduanya telah saling mengenal sejak anak pertama Tantri masih duduk di bangku taman kanak-kanak, atau sekitar lima hingga enam tahun lalu. Selama itu pula, hubungan mereka terjalin akrab hingga beberapa kali berlibur bersama keluarga.
“Kami temenan dari komunitas ibu-ibu sekolah. Aku kenal sama dia dari zaman anakku yang pertama TK, sudah hampir enam tahun. Semua terlihat baik-baik saja, bahkan sempat liburan bareng keluarga,” ujar Tantri dalam jumpa pers di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Modus Bangun Kepercayaan
Tantri mengaku awalnya enggan mencampurkan urusan bisnis dengan pertemanan. Namun, sikap terduga pelaku yang dinilai pandai membangun kepercayaan membuat dirinya akhirnya bersedia mengikuti investasi yang ditawarkan.
Menurut Tantri, pelaku yang berprofesi sebagai sales mengaku membutuhkan bantuan agar target pekerjaannya tercapai. Di sisi lain, pelaku juga menjanjikan keuntungan bagi para investor.
“Aku sebenarnya tipe orang yang enggak mau gabungkan teman sama bisnis. Tapi memang dia pintar sekali membangun kepercayaan, seolah-olah butuh dibantu sekaligus ingin membantu teman-temannya,” katanya.
Menghilang Setelah Transfer Terakhir
Kecurigaan mulai muncul setelah Tantri melakukan transfer dana terakhir pada 18 dan 19 Juni 2025. Beberapa jam setelah transaksi tersebut, terduga pelaku mendadak menghilang tanpa kabar.
Awalnya, Tantri mengira temannya hanya sedang bepergian. Namun setelah lebih dari dua hari tidak dapat dihubungi, ia mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
“Tanggal 19 habis transfer, sorenya hilang. Awalnya saya pikir mungkin sedang liburan. Tapi setelah dua hari tidak ada kabar, Instagram dan media sosialnya sudah dihapus semua. Saya datangi rumahnya, ternyata itu rumah orang tuanya dan mereka juga sudah angkat tangan,” ungkapnya.
Korban Bukan Hanya Tantri
Tantri mengaku semakin terpukul setelah mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Dana yang diduga dibawa kabur bukan hanya tabungan miliknya, tetapi juga uang pendidikan anak-anak serta dana pengobatan kanker milik salah seorang temannya.
Ia juga mengetahui dugaan penipuan tersebut telah berlangsung sejak 2017 dengan pola yang berbeda-beda.
“Saya kaget ternyata dia sudah melakukan hal seperti ini sejak 2017 dengan skema yang berbeda. Yang membuat saya kecewa bukan hanya nominal uangnya, tetapi bagaimana kepercayaan dalam pertemanan bisa dihancurkan seperti ini,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan sementara bersama sejumlah korban yang telah saling berkomunikasi, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp9,7 miliar.
“Total yang kami hitung bersama korban lain hampir Rp10 miliar, sekitar Rp9,7 miliar,” tutup Tantri.


