Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba berencana membangun Masjid Apung di kawasan Pantai Merpati. Lokasi yang selama ini dikenal sebagai pusat wisata kuliner tersebut diproyeksikan berkembang menjadi ikon wisata religi baru yang memadukan nilai spiritual dan daya tarik pesisir.
Pembangunan masjid apung ini diharapkan tidak hanya menghadirkan sarana ibadah yang representatif bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas Bulukumba sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Apung Pantai Merpati yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Andi Buyung Saputra, menegaskan bahwa proyek ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan bersumber dari partisipasi masyarakat melalui donasi dan sumbangan para dermawan.
“Pembangunan Masjid Apung Pantai Merpati merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian umat. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi mewujudkan masjid ini melalui donasi ke rekening Panitia Pembangunan Masjid,” ujar Andi Buyung Saputra, Rabu (21/1/2026).
Sebelum tahap pembangunan dimulai, panitia telah melakukan penentuan arah kiblat dengan melibatkan Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta sejumlah organisasi keagamaan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus komitmen menjaga kesesuaian syariat dalam perencanaan masjid.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga datang dari berbagai kalangan. Ketua Majelis Dai Muda Bulukumba, Dr. Ikhwan Bahar, M.Pd., mengapresiasi inisiatif Pemkab Bulukumba yang dinilainya sejalan dengan karakter daerah yang berbasis pada peraturan bernuansa keagamaan.
“Kami dari jajaran pengurus Majelis Dai Muda sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya rencana pembangunan Masjid Apung oleh pemerintah daerah,” kata Ikhwan Bahar.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyampaikan kepada Bupati Bulukumba agar proses pembangunan masjid melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
“Kami berharap masyarakat dapat menanamkan amal jariyah pada masjid ini, baik melalui pikiran, tenaga, maupun materi. Semoga peradaban Islam dapat kita bangkitkan melalui masjid dan melahirkan generasi yang cinta masjid,” ujarnya.
Senada dengan itu, anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi PKB, Syamsir Siregar, turut menyatakan dukungannya. Menurutnya, keberadaan masjid apung nantinya akan menjadi kebanggaan daerah.
“Langkah Pemkab Bulukumba ini patut didukung oleh semua kalangan masyarakat. Jika masjid apung tersebut rampung dibangun, maka akan menjadi ikon Bulukumba, sebagaimana Masjid Islamic Center Dato Tiro,” pungkasnya.


