MAKASSAR, Sejumlah warga Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, terpaksa menjalani sahur di lokasi pengungsian setelah rumah mereka terendam banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa hari terakhir.
Kawasan tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik langganan banjir di Makassar. Ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai di bawah lutut, terutama di wilayah RT 2. Kondisi itu membuat sebagian warga memilih mengungsi demi keselamatan keluarga, khususnya anak-anak dan lansia.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendatangi langsung lokasi pengungsian di Masjid Jabal Nur, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 22.30 Wita. Ia didampingi Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar, Camat Manggala, serta lurah setempat.
Berdasarkan data sementara saat kunjungan berlangsung, tercatat sebanyak 11 kepala keluarga (KK) mengungsi di masjid tersebut.
Dalam kunjungannya, Munafri mengecek langsung kondisi para pengungsi, mulai dari tempat istirahat, ketersediaan logistik, hingga kebutuhan makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Ia juga berdialog dengan warga untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak selama berada di pengungsian.
“Ada 11 KK yang mengungsi. Tinggi air di dalam rumah sekitar di bawah lutut, khususnya di RT 2. Kita berharap pelayanan terhadap saudara-saudara kita yang mengungsi bisa dimaksimalkan, terutama untuk balita dan lansia,” ujar Munafri.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memastikan keselamatan dan kenyamanan warga terdampak. Kebutuhan dasar seperti makanan, perlengkapan tidur, air bersih, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan menjadi prioritas utama.
Munafri juga menginstruksikan jajaran BPBD, Dinas Sosial, serta unsur kecamatan dan kelurahan untuk tetap siaga dan melakukan pemantauan berkala.
“Saya minta teman-teman dari BPBD, Dinas Sosial, dan seluruh elemen terkait untuk standby. Jika ada kebutuhan mendesak dari warga, harus bisa direspons lebih cepat,” tegasnya.
Selain penanganan darurat, pemerintah kota akan melakukan evaluasi sistem drainase di kawasan Perumnas Antang sebagai bagian dari upaya mitigasi jangka panjang agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar menyampaikan, setidaknya tiga kecamatan terdampak cuaca ekstrem, yakni Panakkukang, Manggala, dan Biringkanaya.
“Untuk tiga kecamatan ini memang rawan, setiap banjir pasti selalu terdampak,” katanya.
Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga warga dapat kembali ke rumah masing-masing dan menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.


