MAKASSAR – Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Hingga Senin (7/9/2026), tercatat 46 penerbangan terganggu, terdiri dari 20 kedatangan dan 26 keberangkatan, khususnya rute dari dan menuju Jakarta.
Plt. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan, menjelaskan penundaan penerbangan ini mengikuti Notice to Airmen (NOTAM) yang berlaku di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. “Bandara Sultan Hasanuddin terus berkoordinasi dengan maskapai dan InJourney Airports untuk memperoleh perkembangan informasi terkait operasional penerbangan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen bandara menyiapkan pelayanan bagi penumpang terdampak serta contingency plan untuk menghadapi kemungkinan perubahan jadwal. “Kami telah menyiapkan Service Recovery Action agar penumpang tetap mendapat pelayanan terbaik,” tambah Fascal.
Kementerian Perhubungan sebelumnya menyampaikan ada delapan bandara di Indonesia yang terdampak erupsi Anak Krakatau, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu. Total 1.558 penerbangan tertunda dengan 170 ribu penumpang terdampak.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan penutupan sementara dilakukan demi keselamatan penerbangan. “Melihat informasi arah angin dan koordinasi dengan seluruh stakeholder, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut ditutup sampai pukul 24.00 WIB,” jelasnya.
Manajemen Bandara Sultan Hasanuddin mengimbau calon penumpang untuk rutin mengecek status penerbangan ke maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.


