Ekonomi

Saham Bank Kompak Melonjak, IHSG Berbalik Menguat Usai Tiga Hari Tertekan MSCI

BMRI Naik ke Rp3.580, Investor Cermati Keberlanjutan Rebound IHSG
BMRI Naik ke Rp3.580, Investor Cermati Keberlanjutan Rebound IHSG

Saham-saham perbankan serempak menghijau pada awal sesi I perdagangan Selasa (20/10/2026). Sebelas saham bank besar dan menengah tercatat menguat, seiring IHSG yang berbalik melesat setelah tiga hari berturut-turut tertekan sentimen MSCI.

Data Stockbit hingga pukul 09.12 WIB menunjukkan PT Bank Permata Tbk (BNLI) memimpin penguatan dengan lonjakan 13,18 persen ke Rp1.760 per saham. Bank-bank berkapitalisasi besar ikut menanjak. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 6,55 persen ke Rp3.580, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 6,30 persen ke Rp2.700, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terapresiasi 5,41 persen ke Rp3.120.

Saham bank swasta terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), naik 4,25 persen ke Rp5.025 dan kembali menembus level psikologis Rp5.000. Dari kelompok BUMN lain, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melonjak 7,06 persen ke Rp910 dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 3,43 persen ke Rp1.055.

Berikut pergerakan saham bank pada perdagangan pagi ini:

  • Bank Permata (BNLI) naik 13,18 persen ke Rp1.760 per saham
  • Bank Tabungan Negara (BBTN) naik 7,06 persen ke Rp910 per saham
  • Bank Mandiri (BMRI) naik 6,55 persen ke Rp3.580 per saham
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 6,30 persen ke Rp2.700 per saham
  • Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 5,41 persen ke Rp3.120 per saham
  • Bank CIMB Niaga (BNGA) naik 4,45 persen ke Rp1.525 per saham
  • Bank Central Asia (BBCA) naik 4,25 persen ke Rp5.025 per saham
  • Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 3,43 persen ke Rp1.055 per saham
  • Bank Maybank Indonesia (BNII) naik 2,44 persen ke Rp168 per saham
  • Bank Danamon Indonesia (BDMN) naik 2,05 persen ke Rp4.490 per saham
  • Bank Pan Indonesia (PNBN) naik 1,40 persen ke Rp725 per saham

Penguatan saham perbankan terjadi seiring pulihnya IHSG. Indeks sempat dibuka turun 0,33 persen ke level 4.980,16, tetapi sekitar sepuluh menit setelah pembukaan berbalik melonjak lebih dari 2 persen dan menyentuh titik tertinggi awal sesi di 5.129.

Rebound ini terjadi setelah sejumlah emiten mengumumkan aksi buyback, ditambah pernyataan SRO, regulator, hingga pemerintah yang kompak berkomitmen membenahi persoalan pasar modal. Sebelumnya, IHSG tercatat ambles 946 poin atau 15,93 persen dalam tiga hari perdagangan terakhir akibat kabar MSCI.

BSU Rp900.000 Belum Cair, Pemerintah Masih Susun Aturan Teknis

MSCI pekan lalu membuka kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Sebagai respons, BEI mengumumkan akan menambahkan informasi hubungan afiliasi dalam publikasi kepemilikan saham di atas 1 persen, serta mengeluarkan saham-saham berstatus High Shareholding Concentration dari perhitungan IHSG.

Dari sisi pemerintah, Danantara menyatakan siap menambah kepemilikan di saham BUMN berfundamental kuat, sebuah sinyal yang turut menjadi katalis bagi saham bank pelat merah. Di saat yang sama, Presiden Prabowo Subianto meminta OJK menindak tegas pelanggar di pasar modal, terutama praktik coordinated trading.

Saham bank besar merupakan penghuni bobot terbesar IHSG sekaligus favorit investor asing, sehingga pergerakannya kerap menjadi penentu arah indeks. Pelaku pasar kini mencermati apakah penguatan pagi ini dapat bertahan hingga penutupan, atau sekadar menjadi pantulan teknikal setelah aksi jual besar-besaran dalam beberapa hari terakhir.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik