SOPPENG, Sebuah petepete yang mengangkut sejumlah siswa Madrasah Tsanawiah Negeri atau MTsN Soppeng mengalami kecelakaan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Mobil angkutan umum berwarna biru itu terjun ke Sungai Lacinge, Kelurahan Takalala, Kecamatan Marioriwawo, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.
Petepete tersebut diketahui membawa tujuh penumpang. Mereka terdiri atas dua penumpang laki-laki dan lima penumpang perempuan.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Soppeng, Ipda Pahril, mengatakan kecelakaan itu terjadi saat petepete berada di depan kendaraan polisi. Saat itu, ia bersama personel baru saja kembali dari pengaturan lalu lintas di Pasar Takalala.
“Kami pulang dari pengaturan lalu lintas di Pasar Takalala. Nah, di depan kendaraan kami ada petepete tiba-tiba oleng ke kiri,” ujar Ipda Pahril saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp.
Tidak lama setelah oleng, kendaraan tersebut hilang kendali hingga akhirnya terjun ke sungai. Posisi petepete disebut terbalik setelah jatuh ke Sungai Lacinge.
“Tidak lama oleng, hilang kendali langsung terjun ke sungai, posisi kendaraan terbalik,” katanya.
Melihat kejadian itu, polisi bersama warga sekitar langsung bergerak melakukan pertolongan. Jarak kendaraan polisi dengan lokasi kejadian disebut hanya sekitar 200 meter, sehingga proses evakuasi bisa segera dilakukan.
“Tim dibantu warga setempat melakukan pertolongan. Satu per satu korban kami evakuasi, sambil mengecek kondisinya,” jelas Ipda Pahril.
Akibat kecelakaan tersebut, sopir petepete dan empat penumpang pelajar perempuan mengalami luka. Sopir bernama Mansi (51), warga Desa Congko, dirujuk ke rumah sakit umum karena mengeluhkan sakit pada bagian dada kiri dan kanan.
“Sopir angkot bernama Mansi, warga Desa Congko, dirujuk ke rumah sakit umum. Sakit di bagian dada kiri dan kanan,” ujar Pahril.
Empat pelajar perempuan yang mengalami luka masing-masing berinisial DAN (13), NFQ (15), NH (14), dan NQ (13). Mereka mendapat perawatan di Puskesmas Takalala.
Ipda Pahril menjelaskan, NFQ mengalami luka bengkak pada pergelangan tangan kanan. Sementara NH mengalami patah tulang pada tangan kiri dan NQ mengalami patah tulang pada lengan kiri.
“Korban saat ini dirawat di Puskesmas Takalala. NFQ mengalami luka bengkak di pergelangan tangan kanan, NH patah tulang di tangan kiri, dan NQ patah tulang di lengan kiri,” paparnya.
Sementara itu, penumpang lainnya dilaporkan tidak mengalami luka serius.
“Penumpang lainnya alhamdulillah tidak mengalami luka,” tambahnya.
Polisi saat ini masih fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis. Sementara kendaraan yang terjun ke sungai masih dalam proses evakuasi dengan bantuan tim terkait dan warga setempat.
“Korban sudah berada di rumah sakit dan Puskesmas guna mendapat perawatan intensif,” kata Ipda Pahril.
“Untuk kendaraan masih proses evakuasi dibantu pihak lain dan warga setempat,” tandasnya.


