Pendidikan

Penentuan Nasib Rektor Unhas Hari Ini: Aklamasi atau Voting Sengit di MWA

Pilrek Unhas - Rektor Unhas
Penentuan Nasib Rektor Unhas Hari Ini: Aklamasi atau Voting Sengit di MWA

MWA Unhas Jadi Penentu Nasib Jamaluddin Jompa, Opsi Aklamasi hingga Voting Disiapkan

MAKASSAR – Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi penentu akhir apakah Profesor Jamaluddin Jompa akan melanjutkan kepemimpinan sebagai rektor atau digantikan figur lain untuk periode 2026–2030. MWA menyiapkan dua skema pemilihan, yakni aklamasi atau pemungutan suara tertutup.

Pemilihan rektor Unhas digelar secara tertutup di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026). Tiga kandidat yang bersaing adalah Prof Jamaluddin Jompa selaku petahana, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda.

Secara matematis, peluang Jamaluddin Jompa kembali memimpin Unhas terbilang sangat terbuka. Pada tahap penjaringan oleh Senat Akademik yang berlangsung 3 November 2025, Jamaluddin meraih 74 suara, unggul jauh dibanding Prof Budu yang memperoleh 18 suara, dan Prof Sukardi Weda dengan 1 suara.

Jamaluddin Jompa: Fokus Jalankan Tugas, Siap Terima Hasil

Dihubungi Harian Rakyat Sulsel, Jamaluddin mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang pemilihan. Ia menyatakan tetap menjalankan aktivitas rutin sebagai rektor.

“Saya tetap bekerja seperti biasa, menjalankan tugas-tugas harian rektor. Seluruh rencana semester depan harus dipersiapkan sebaik mungkin, dan prestasi Unhas yang telah dicapai harus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Jamaluddin.

Ia menambahkan, sebagai calon rektor, dirinya telah menyiapkan presentasi singkat yang akan dipaparkan di hadapan anggota MWA. Visi, misi, dan arah kebijakan telah dituangkan dalam Kertas Kerja Calon Rektor Unhas 2026–2030, yang selaras dengan indikator kinerja utama dan telah ditandatangani Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Polisi Tangkap Dua Remaja Terkait Tawuran Sinassara-Buloa, Satu Diduga Janjikan Rp100 Ribu

“Tugas rektor adalah memastikan kebijakan strategis berjalan, memperkuat teamwork, jejaring kemitraan, serta mengawal tata kelola perguruan tinggi yang baik,” jelasnya.

Meski demikian, Jamaluddin menegaskan dirinya legawa jika tidak kembali dipercaya memimpin Unhas.

“Pemilihan rektor adalah rutinitas empat tahunan. Proses ini tidak boleh memecah belah. Siapapun yang terpilih, Unhas harus tetap kompak dan kuat untuk berkontribusi bagi Indonesia Emas,” tuturnya.

Sukardi Weda Optimistis Menang, Dorong Unhas Jadi WCU Leader

Sementara itu, Prof Sukardi Weda menyatakan siap memaparkan visi dan misi di hadapan MWA. Guru besar Universitas Negeri Makassar tersebut optimistis mampu meraih dukungan.

49 Kandang Babi Tanpa Izin di Panaikang Makassar Dibongkar, Warga Keluhkan Limbah dan Bau

“Setiap calon punya peluang yang sama. Dengan program unggulan yang saya tawarkan, saya optimistis dapat memenangkan kontestasi ini,” kata Sukardi.

Ia memandang masa depan Unhas sebagai world class university (WCU) leader dengan reputasi global. Salah satu strategi yang ia dorong adalah penguatan internasionalisasi kampus melalui penerapan Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) sebagai sistem penjaminan mutu.

Prof Budu Belum Beri Pernyataan

Berbeda dengan dua kandidat lainnya, Prof Budu belum memberikan tanggapan terkait persiapan menghadapi pemilihan. Upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan maupun timnya belum mendapatkan respons.

MWA Tentukan Mekanisme Pemilihan

Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menjelaskan pemilihan diawali dengan rapat internal MWA untuk menentukan mekanisme pemilihan.

“MWA akan memutuskan apakah pemilihan dilakukan melalui aklamasi atau pemungutan suara,” ujarnya.

Jika seluruh anggota sepakat, pemilihan dapat dilakukan secara aklamasi dengan langsung menetapkan satu nama sebagai Rektor Unhas periode 2026–2030. Namun, bila tidak tercapai kesepakatan, proses dilanjutkan dengan voting tertutup hingga penghitungan suara selesai.

Dosen di Makassar Ditangkap, Tipu Warga Tarakan Rp550 Juta dengan Janji Lolos Fakultas Kedokteran

MWA Unhas beranggotakan 19 orang, dengan 17 anggota memiliki hak suara. Dua anggota tanpa hak suara adalah Rektor Unhas dan Ketua Senat Akademik. Hak suara Ketua BEM Unhas tidak digunakan pada pemilihan kali ini karena kepengurusan BEM belum terbentuk.

Harapan Alumni dan Sivitas Akademika

Ketua MWA Unhas, Prof Andi Alimuddin Unde, menegaskan pihaknya akan mempertimbangkan aspirasi Senat Akademik secara saksama.

“Ini merupakan amanah dari Senat Akademik yang akan kami hormati,” ujarnya.

Sejumlah alumni turut menyampaikan harapan. Ketua IKA FKG Unhas, Andi Rachmatika Dewi, berharap rektor terpilih mampu membawa Unhas semakin maju dan berkelas dunia. Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulsel sekaligus alumni Unhas, Rahman Pina, yang berharap Unhas mampu bersaing di tingkat Asia dan global.

Sementara itu, mantan aktivis mahasiswa Darmawan Denassa menekankan pentingnya penguatan tradisi akademik serta ruang pengembangan lembaga kemahasiswaan. Alumni lainnya, Farisal, berharap kepemimpinan baru mampu meningkatkan kontribusi Unhas di level global.

Pemilihan rektor oleh MWA ini menjadi tahapan akhir dan penentu dalam penetapan Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026–2030.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik