MAKASSAR, RAKYATSULSEL — Universitas Patompo Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh mahasiswa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Launching Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang digelar pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Nur Amaliah Akhmad, M.Pd. sebagai bagian dari upaya Universitas Patompo Makassar membangun sistem layanan pendidikan yang memberikan ruang, kesempatan, serta dukungan yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Dalam kegiatan tersebut, keberadaan ULD menjadi salah satu langkah strategis kampus untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh hak pendidikan secara adil tanpa diskriminasi.
“Unit Layanan Disabilitas ini merupakan bentuk komitmen Universitas Patompo Makassar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh mahasiswa. Setiap mahasiswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, berkembang, dan meraih prestasi,” ujar Nur Amaliah Akhmad.
Di sisi lain, ULD tidak hanya diarahkan sebagai pusat layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Lebih dari itu, ULD diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang peduli, responsif, serta mampu menghargai keberagaman.
Dorong Kesetaraan Akses Pendidikan
Menurutnya, keberadaan ULD juga menjadi bagian dari upaya Universitas Patompo Makassar dalam mendorong kesetaraan akses terhadap pendidikan tinggi. Melalui layanan yang tersedia, setiap mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, mengikuti proses akademik, serta berpartisipasi dalam kehidupan kampus.
Adapun fokus utama ULD Universitas Patompo Makassar meliputi:
- Memberikan layanan dan pendampingan bagi mahasiswa penyandang disabilitas sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
- Menyediakan akomodasi yang layak dalam proses pembelajaran agar mahasiswa dapat mengikuti kegiatan akademik secara optimal.
- Mendorong kesetaraan akses pendidikan tinggi, sehingga setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berprestasi.
- Membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif dengan mengedepankan rasa saling menghormati serta kepedulian terhadap sesama.
- Mengembangkan budaya penghargaan terhadap keberagaman sebagai bagian dari pembentukan karakter sivitas akademika yang terbuka, toleran, dan berkeadilan.
Melalui Sosialisasi dan Launching ULD, Universitas Patompo Makassar menegaskan bahwa kampus merupakan ruang bersama bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.
Sementara itu, Rektor Universitas Patompo, Prof. Dr. H. Muh. Yunus, M.Pd. menegaskan bahwa dengan unit ini, mahasiswa penyandang disabilitas dapat memperoleh layanan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing. Selain itu, ULD juga mendorong tersedianya akomodasi yang layak dalam proses pembelajaran agar mahasiswa dapat mengikuti kegiatan akademik secara optimal.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang tertinggal hanya karena memiliki perbedaan. Kampus harus menjadi ruang bersama yang memberikan kesempatan kepada setiap mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan berprestasi,” jelas Prof Yunus.
Terakhir, Prof Yunus menambahkan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh pendidikan dan meraih prestasi. Sebaliknya, keberagaman menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang saling menghargai.
“Keberagaman merupakan bagian dari kehidupan kampus yang harus dihargai dan difasilitasi. Melalui ULD, kami berharap Universitas Patompo Makassar dapat terus membangun kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua,” pungkasnya.
Launching ULD menjadi langkah awal Universitas Patompo Makassar dalam memperkuat layanan pendidikan yang inklusif. Ke depan, keberadaan unit tersebut diharapkan mampu memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi mahasiswa penyandang disabilitas sekaligus mendorong terbentuknya budaya kampus yang semakin terbuka dan menghargai keberagaman.


