Pemerintah Kota Makassar menyiapkan layanan transportasi reguler antar pulau dengan konsep “pete-pete laut”. Program ini ditargetkan mulai beroperasi melalui uji coba pada Mei 2026.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa program ini turut diperkuat dengan dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Menurutnya, satu unit kapal tambahan telah dialokasikan dan akan segera masuk tahap penyerahan.
“Iya, sudah dialokasikan. Mudah-mudahan satu kapal dalam waktu dekat bisa diserahkan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Konsep Trayek Tetap Antar Pulau
Munafri menjelaskan, kapal tersebut akan difungsikan sebagai transportasi reguler dengan sistem trayek tetap, menyerupai angkutan kota atau pete-pete, namun berbasis laut.
Saat ini, Pemkot Makassar juga telah menyiapkan satu unit kapal sebagai armada percontohan yang akan digunakan untuk uji coba operasional.
“Kita sudah punya satu untuk percobaan, nanti akan kita launching,” tambahnya.
Rute: Makassar – Barrang Lompo hingga Lanjukang
Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Muhammad Rheza, menyebut pihaknya telah melakukan survei rute pelayaran, termasuk perhitungan kebutuhan bahan bakar dan estimasi waktu tempuh.
Rute yang disiapkan meliputi:
- Makassar (daratan)
- Barrang Lompo
- Lumu-Lumu
- Langkai
- Lanjukang
- Kembali melalui Bonetambu
Sementara itu, rute menuju Pulau Kodingareng masih dalam tahap kajian karena lokasinya yang lebih jauh ke laut lepas.
Operasional Masih Terbatas
Dari sisi operasional, layanan ini diperkirakan berjalan terbatas, yakni sekitar satu kali dalam sepekan. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran, khususnya untuk kebutuhan BBM.
“Kalau ada tambahan anggaran, bisa ditingkatkan menjadi dua kali sepekan,” jelas Rheza.
Kapal yang digunakan merupakan kapal kayu dengan kecepatan sekitar 7 knot. Waktu tempuh perjalanan akan sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Kendala Dermaga dan Harapan Warga
Selain faktor cuaca, keterbatasan fasilitas dermaga juga menjadi tantangan. Saat ini, hanya beberapa pulau seperti Barrang Lompo, Langkai, dan Bonetambu yang telah memiliki fasilitas sandar memadai.
Meski begitu, respon masyarakat disebut cukup positif, mengingat akses transportasi antar pulau selama ini masih terbatas.
Pemkot Makassar bahkan menargetkan layanan ini bisa digratiskan bagi masyarakat apabila dukungan anggaran mencukupi.
Sebagai tahap awal, program ini akan dimulai dengan soft launching dan uji coba operasional pada Mei 2026. Kapal yang disiapkan memiliki kapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang.


