Parkiran warung makan Pallubasa Serigala di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dikeluhkan pengendara karena kerap membuat arus lalu lintas tersendat. Selain parkiran yang meluber ke badan jalan, tenda warung tersebut juga disorot karena berdiri di atas drainase yang merupakan fasilitas umum.
Aktivitas parkir kendaraan di sekitar warung makan Pallubasa Serigala, Jalan Serigala, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi keluhan pengendara.
Kondisi parkiran yang memanjang di bahu jalan disebut kerap menimbulkan kemacetan, terutama saat jam makan siang dan malam. Selain itu, keberadaan tenda warung yang berada tepat di atas drainase juga ikut menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 13.30 Wita, kawasan warung tersebut tampak ramai dipadati pengunjung. Sejumlah mobil terlihat terparkir memanjang di bahu jalan, mulai dari ujung Jalan Macan hingga ke depan warung.
Sebagian kendaraan bahkan tampak mengambil badan jalan. Akibatnya, akses kendaraan yang melintas menjadi lebih sempit dan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Meski ada sejumlah juru parkir yang mengatur keluar-masuk kendaraan, kepadatan tetap tidak terhindarkan. Pengendara dari dua arah kerap harus memperlambat laju kendaraannya.
Kemacetan juga terjadi saat kendaraan pengunjung hendak parkir atau keluar dari area warung. Kondisi itu membuat kendaraan lain harus bergantian melintas.
Seorang pengendara bernama Umar mengatakan, kepadatan kendaraan di lokasi tersebut bukan hal baru. Menurutnya, kondisi itu sering terjadi saat jam ramai pengunjung.
“Begini memang kalau jam makan siang di sini, selalu padat kendaraan. Jam makan malam begitu juga,” kata Umar di lokasi.
Umar mengaku kerap menghindari Jalan Serigala pada jam-jam tertentu. Ia biasanya memilih melintas melalui jalan atau lorong lain di sekitar lokasi untuk menghindari kemacetan.
“Banyak ji lorong-lorong sekitar sini, jadi kita biasa hindari,” ujar pengemudi ojek online tersebut.
Selain persoalan parkir, keberadaan tenda warung juga menjadi perhatian. Di lokasi, terlihat tenda berwarna oranye berdiri di atas drainase dan berdampingan langsung dengan pagar sekolah.
Tenda tersebut digunakan sebagai area tambahan untuk menjamu pelanggan. Di sekitar tenda, terlihat pula deretan motor dan mobil milik pengunjung terparkir.
Upaya konfirmasi kepada pemilik warung, Al Qadri Haeruddin, belum membuahkan hasil. Saat didatangi, pemilik warung disebut sedang tidak berada di lokasi.
“Lagi tidak datang ini, mungkin ada di rumahnya. Kurang tahu juga dia datang atau tidak hari ini,” kata salah satu pegawai warung.


