Ekonomi

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Investor Tunggu Keputusan Penting MSCI

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Investor Tunggu Keputusan Penting MSCI
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (22/6/2026). Sentimen positif dari sisi teknikal serta penantian investor terhadap keputusan MSCI terkait klasifikasi pasar Indonesia menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan pasar saham pekan ini.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (19/6/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 0,08 persen ke level 6.177. Secara mingguan, indeks mencatat kenaikan cukup signifikan sebesar 2,82 persen yang menunjukkan masih adanya minat beli dari pelaku pasar, meskipun volume transaksi mulai mengalami perlambatan.

Analis MNC Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka dalam jangka pendek. Secara teknikal, indeks diperkirakan masih berada dalam fase penguatan dan berpotensi menguji level 6.328 hingga 6.545.

Namun demikian, investor tetap diminta mewaspadai potensi koreksi jangka pendek dengan area support terdekat berada pada kisaran 6.127 hingga 6.161. Sementara itu, level support utama berada di area 5.784 dan 5.594, dengan resistance di level 6.286 dan 6.459.

MNC Sekuritas turut memberikan sejumlah rekomendasi saham yang layak dicermati pelaku pasar, yakni saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Emas Antam Indonesia Tbk (EMAS), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

BSU Rp900.000 Belum Cair, Pemerintah Masih Susun Aturan Teknis

Senada dengan itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG masih memiliki ruang untuk bergerak positif. Menurutnya, secara teknikal IHSG telah membentuk pola bullish doji star candle di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), yang menjadi sinyal penguatan pasar.

Indikator teknikal seperti Stochastics K_D dan Relative Strength Index (RSI) juga masih menunjukkan sinyal positif yang didukung oleh peningkatan volume transaksi.

Nafan memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berada pada rentang support 6.058 dan 5.917, dengan resistance di level 6.287 hingga 6.516.

Selain faktor teknikal, pasar juga mencermati implementasi hasil rebalancing indeks FTSE Russell yang mulai berlaku pada hari ini. Investor diperkirakan melakukan penyesuaian portofolio mengikuti perubahan komposisi indeks global tersebut.

Meski begitu, dampak rebalancing FTSE Russell diperkirakan tidak akan sebesar sebelumnya karena sebagian besar sentimen tersebut telah tercermin dalam pergerakan harga saham.

Harga Emas Antam Hari ini Turun Rp10.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah

Perhatian utama investor saat ini tertuju pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia.

Keputusan MSCI menjadi sangat penting karena berkaitan dengan status Indonesia dalam kategori Emerging Market. Sebelumnya, MSCI menyoroti isu transparansi free float dan indikasi coordinated trading behavior dalam laporan Global Market Accessibility Review.

Apabila MSCI tetap mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market, pasar diperkirakan hanya bereaksi terbatas karena skenario tersebut sudah diperhitungkan investor. Namun, jika muncul sinyal positif terkait peluang pencabutan status freeze di masa depan, maka peluang masuknya dana asing ke pasar saham Indonesia berpotensi meningkat.

Dari faktor eksternal, meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran juga menjadi angin segar bagi pasar global. Perkembangan dialog kedua negara, termasuk terkait pembukaan kembali jalur perdagangan melalui Selat Hormuz, dinilai mampu mengurangi risiko kenaikan harga energi dan tekanan inflasi global.

Untuk strategi investasi, analis merekomendasikan investor mencermati saham-saham dengan fundamental kuat, valuasi menarik, serta memiliki peluang pembalikan tren. Saham yang menjadi perhatian antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Transaksi Jumbo Saham BCA Rp3,06 Triliun dalam Sepekan, BCA Bantah Rumor Akuisisi Haji Isam

Sebagai catatan, keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor. Analisis dan rekomendasi saham ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual instrumen investasi tertentu, melainkan sebagai informasi dan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik