Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara dalam status siaga peringatan dini tsunami. Status ini dikeluarkan setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Namun, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di kawasan pesisir.
Ricky juga meminta masyarakat mengikuti seluruh arahan pemerintah daerah dan instansi kebencanaan, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD.
“Kami berharap warga tetap mematuhi rekomendasi dari pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” kata Ricky saat dihubungi di Manado, Senin.
Daftar Wilayah Sulut Berstatus Siaga Tsunami
BMKG mencatat sejumlah daerah di Sulawesi Utara masih berada dalam kategori siaga tsunami. Wilayah tersebut meliputi:
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara bagian utara, Kabupaten Minahasa bagian utara, Kabupaten Minahasa Selatan bagian utara, Kota Bitung, serta Kabupaten Bolaang Mongondow bagian utara.
Masyarakat yang berada di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera mengikuti instruksi evakuasi apabila situasi mengharuskan.
Wilayah Berstatus Waspada
Selain wilayah siaga, BMKG juga menetapkan beberapa daerah di Sulawesi Utara dalam kategori waspada tsunami.
Daerah tersebut yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta sebagian wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.
Warga yang berada di kawasan pesisir diminta menjauhi pantai, muara sungai, dan lokasi yang berpotensi terdampak gelombang tsunami. Masyarakat juga diimbau tidak kembali ke area pantai sebelum ada pernyataan resmi bahwa kondisi telah aman.
Gempa Berpusat di Laut Dekat Mindanao
Gempa terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 06.37.42 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, kekuatan gempa diperbarui menjadi magnitudo 7,7.
Episenter gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 47 kilometer dan termasuk gempa tektonik. BMKG menyebut gempa ini berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir yang berada dekat dengan sumber gempa.
BMKG Minta Warga Pantau Informasi Resmi
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.
Pemantauan terhadap aktivitas gempa serta potensi tsunami masih terus dilakukan secara intensif. Setiap perkembangan terbaru akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, warga di wilayah yang berpotensi terdampak diminta tetap waspada, menjauhi kawasan pantai, dan segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan status peringatan.


