GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, turun langsung menangani kasus kemiskinan ekstrem di Kecamatan Pallangga dengan mengunjungi Kade Dg Sija, warga Desa Julubori, yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Kunjungan tersebut dilakukan pada Sabtu (10/1).
Kade Dg Sija bersama istrinya, Dg Sanging, yang tengah menderita stroke, menjalani hari-hari dalam keterbatasan ekonomi. Pasangan lansia itu tinggal di rumah yang jauh dari kata layak huni dan minim akses terhadap layanan kesehatan maupun bantuan sosial.
Saat tiba di lokasi, Bupati Gowa tampak terkejut sekaligus terharu melihat langsung kondisi tempat tinggal dan kehidupan pasangan tersebut. Ia bahkan tak kuasa menahan tangis ketika menyaksikan realita yang dihadapi warganya.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih ada saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian serius dari pemerintah,” ujar Bupati Talenrang dengan suara bergetar.
Sebagai langkah cepat dan nyata, Pemerintah Kabupaten Gowa langsung mengambil tindakan dengan merujuk Kade Dg Sija dan istrinya ke RSUD Syekh Yusuf untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, Pemkab Gowa juga memastikan rumah mereka akan segera diperbaiki agar layak dihuni.
Tak hanya itu, bantuan kebutuhan pokok akan disalurkan guna meringankan beban hidup pasangan lansia tersebut, sembari memastikan mereka masuk dalam skema perlindungan sosial pemerintah daerah.
Bupati Talenrang menegaskan, kehadiran pemerintah tidak boleh hanya sebatas laporan administratif, melainkan harus menyentuh langsung kondisi riil masyarakat.
“Pemerintah harus hadir, melihat langsung, dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan,” tegasnya.
Salah seorang warga setempat, Syamsuddin Dg Rola, mengapresiasi langkah cepat Bupati Gowa beserta jajaran. Ia berharap perhatian terhadap warga miskin ekstrem dapat terus berlanjut dan menjangkau masyarakat lain yang membutuhkan.
Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Camat Pallangga, perwakilan Baznas, serta anggota Sahabat Lacak.


