Daerah

1.300 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama, Produksi Terancam

1.300 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama, Produksi Terancam
Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid saat meninjau sawah milik warga yang terserah hama penggerek batang, Rabu (15/4/2026). Serangan hama itu mengancam produksi beras di Pinrang. (Kominfo Pinrang)

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), mencatat sekitar 1.300 hektare sawah terserang hama penggerek batang dan tikus.

Serangan hama ini berpotensi mengganggu produksi beras pada musim panen pertama tahun 2026.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pinrang, Andi Sinapati Rudy, mengatakan data tersebut merupakan hasil pengamatan Instalasi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Sulsel.

“Itu setelah kami melakukan pengamatan dan pengumpulan data beberapa waktu lalu,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Meski demikian, ia masih optimistis penurunan produksi tidak terjadi secara menyeluruh.

Kabut Asap Selimuti Gowa, Polisi Bagikan Masker ke Warga dan Pengendara

“Penurunan kuantitas hasil produksi tidak terjadi secara merata, karena ada beberapa kecamatan yang hasil produksinya masih sama seperti musim tanam sebelumnya,” jelasnya.

Pemkab Siapkan Bantuan untuk Petani

Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, menegaskan serangan hama ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada petani.

Pemerintah daerah, kata dia, akan mengupayakan bantuan untuk meminimalisir kerugian yang dialami petani.

“Kita akan mengupayakan penambahan bantuan bibit bagi petani terdampak agar kerugian bisa diminimalisir dan produksi kembali meningkat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani, khususnya terkait pola tanam dan waktu pengendalian hama.

Dapur MBG Kalukalukuang Belum Aktif, Tamsil Linrung Ajak BGN ke Lapangan

“Harus lebih intensif lagi pendampingannya, agar petani juga lebih sigap dalam melakukan pengendalian,” tambahnya.

DPRD Kritik Kinerja Penyuluh

Di sisi lain, DPRD Pinrang menyoroti kinerja penyuluh pertanian yang dinilai belum maksimal dalam melakukan langkah mitigasi.

Ketua Komisi II DPRD Pinrang, Amri Manangkasi, menilai serangan hama ini tidak lepas dari kurangnya sosialisasi terkait dampak keterlambatan musim tanam.

“Sosialisasi itu penting dalam rangka pencegahan persoalan yang menghambat peningkatan produksi pertanian,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan penyuluh pertanian tidak boleh hanya menunggu laporan, tetapi harus aktif turun langsung ke kelompok tani untuk memberikan solusi teknis sejak gejala awal serangan hama muncul.

Polisi Tangkap Dua Remaja Terkait Tawuran Sinassara-Buloa, Satu Diduga Janjikan Rp100 Ribu

Menurutnya, sektor pertanian merupakan program strategis nasional yang didukung APBN dalam rangka mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, jika tidak ada langkah konkret di lapangan, proyeksi hasil panen di Pinrang dikhawatirkan akan menurun drastis.

“Penyuluh pertanian mestinya proaktif turun ke lapangan. Bukan justru menyalahkan petani,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

DPRD Siapkan RDP Evaluasi

Sebagai tindak lanjut, DPRD Pinrang berencana menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil Dinas Pertanian dan instansi terkait lainnya.

Agenda utama RDP ini adalah mengevaluasi kinerja penyuluh serta menyusun langkah konkret untuk menyelamatkan sisa musim tanam.

“Iya, kita akan susun jadwal untuk panggil semua institusi terkait persoalan ini. Proyeksi pertanian kita kemungkinan gagal,” pungkasnya.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik