Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan, menyiagakan 95 personel polisi lalu lintas untuk mengantisipasi aksi balap liar selama bulan suci Ramadan. Personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik rawan di wilayah Kabupaten Bulukumba.
Humas Polres Bulukumba, AKP Marala, Kamis (19/2/2029), mengatakan puluhan personel itu akan berpatroli khususnya pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
“Kita siapkan 95 orang berpatroli di lokasi-lokasi rawan balapan liar, terutama pada sore hari menjelang buka puasa,” ujarnya.
Selain sore hari, pengamanan juga dilakukan setelah pelaksanaan Salat Tarawih hingga waktu subuh guna mencegah aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hari.
Polres Bulukumba juga membentuk Tim Commander Wish (Comanderwis) yang berjumlah 66 personel gabungan. Tim ini bertugas melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan menjelang waktu berbuka puasa.
Kehadiran tim tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang meningkat seiring aktivitas masyarakat yang melaksanakan ngabuburit.
Sementara itu, tim ketiga yakni tim pengamanan Salat Tarawih yang melibatkan 143 personel. Mereka ditempatkan di depan masjid-masjid yang ramai dikunjungi masyarakat untuk memastikan keamanan serta kelancaran arus lalu lintas.
Langkah ini dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah selama Ramadan.
Polres Bulukumba juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif melaporkan jika mengetahui adanya aksi balap liar maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya. Laporan dapat disampaikan melalui call center 110 atau langsung ke Polres Bulukumba maupun Polsek terdekat.
Mantan Kapolsek Tanete tersebut berharap, dengan adanya tim khusus ini, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bulukumba selama Ramadan tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Adapun sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi balap liar di antaranya kawasan Pantai M Merpati di Kecamatan Ujung Bulu, Kecamatan Gantarang, Allu Ujungloe, poros Kajang–Tanete, serta Bulo-bulo, Bulukumpa.
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan, termasuk segala bentuk gangguan kamtibmas.


