Perselisihan saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar berujung aksi penikaman. Seorang sopir truk harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah ditusuk sesama sopir yang diduga tersulut emosi akibat persoalan antrean.
Insiden itu terjadi di SPBU 74.902.88 yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 09.44 Wita.
Korban diketahui berinisial AS (30), warga Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Sementara pelaku berinisial MH (32), warga Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Keduanya sama-sama bekerja sebagai sopir truk.
Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Muhammad Ismail, mengatakan kejadian bermula ketika pelaku telah menunggu giliran mengisi BBM solar sejak dini hari. Setelah mengantre selama beberapa jam, posisi antreannya diduga diserobot oleh korban yang datang belakangan.
“Sebenarnya sopir truk, sopir mobil besar antre solar. Masalah antrean yang menjadi pemicunya,” ujar Ismail saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, MH mulai mengantre sekitar pukul 02.30 Wita. Saat kendaraannya bersiap memasuki area pengisian, korban tiba-tiba datang dari arah depan dan mengambil posisi dengan alasan hendak mengisi BBM jenis Dex.
Pelaku sempat meminta korban memindahkan truknya. Namun permintaan itu tidak diindahkan. Korban justru tetap melaju ke jalur masuk SPBU yang sebelumnya menjadi antrean pelaku.
Merasa antreannya diambil setelah menunggu berjam-jam, pelaku kehilangan kesabaran. Ia turun dari truk, mengeluarkan sebilah badik yang dibawanya, lalu menyerang korban.
Korban sempat menangkis serangan pertama. Namun tusukan berikutnya mengenai bagian dada sebelah kanan sehingga korban tersungkur dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.
“Korban sempat menangkis, tapi tusukan berikutnya mengenai bagian kanan dadanya,” kata Ismail.
Usai kejadian, anggota Polsek Tamalanrea bergerak cepat mengamankan pelaku beserta barang bukti. Saat ini MH masih menjalani pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
Antrean Solar Kembali Picu Insiden
Peristiwa ini kembali menambah daftar persoalan akibat antrean panjang kendaraan pengisi biosolar di sejumlah SPBU Kota Makassar. Hampir setiap hari, puluhan truk dan bus terlihat memenuhi bahu Jalan Perintis Kemerdekaan hingga menyebabkan kemacetan.
Fenomena tersebut sebelumnya juga memakan korban jiwa. Pada awal Juli lalu, seorang mahasiswa asal Kabupaten Enrekang meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk yang sedang parkir mengantre solar di SPBU yang sama.
Hingga kini antrean kendaraan pengangkut solar masih terlihat di sejumlah SPBU, khususnya di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan AP Pettarani, dan Jalan Urip Sumoharjo. Selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kecelakaan maupun konflik antarpengendara apabila tidak segera mendapat penanganan.


