Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara direncanakan masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya mengatakan keuntungan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai cadangan untuk APBN. Kebijakan itu disebut merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Danantara kan mengarahkan juga keuntungan kan Presiden merencanakan sebagian keuntungan itu sebagai cadangan untuk APBN, itu nanti masuk ke APBN,” ungkap Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (11/8/2026).
Meski demikian, Purbaya belum dapat memastikan kapan keuntungan Danantara tersebut mulai masuk ke kas negara.
“Nanti masih dibicarakan, nanti kita lihat itu baru ide jadi kontribusi Danantara yang saya tahu ke saya seperti itu,” tuturnya.
Pendapatan Danantara Disebut Naik 400 Persen
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pendapatan atau revenue Danantara meningkat sekitar 400 persen setelah satu tahun beroperasi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
“Dalam satu tahun beroperasi, Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, kurang lebih,” kata Prabowo.
Meski menyebut adanya peningkatan signifikan, Prabowo menegaskan angka tersebut masih perlu melalui proses audit dan verifikasi lebih lanjut.
Dengan rencana sebagian keuntungan Danantara menjadi cadangan APBN, pemerintah masih akan membahas mekanisme serta waktu kontribusi tersebut sebelum benar-benar masuk ke kas negara.


