Misteri sepeda motor trail yang dibakar saat bentrokan di depan Lorong Tamajene, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, akhirnya terungkap. Polisi memastikan kendaraan tersebut merupakan hasil aksi pembegalan yang terjadi hanya beberapa jam sebelum bentrokan pecah.
Kapolsek Tamalate Kompol Muhammad Thamrin mengungkapkan, motor trail itu merupakan milik Ari (21), warga Makassar yang menjadi korban begal di Jalan Metro Tanjung Bunga, Sabtu (1/8/2026) sore.
“Itu motor dibegal, kejadiannya di wilayah saya (Tamalate). Ternyata dia (gunakan) menyerang di wilayah Jalan Urip Sumoharjo,” kata Thamrin, Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, korban saat itu tengah dalam perjalanan pulang ketika dihentikan sekelompok pelaku yang diduga merupakan anggota geng motor. Dalam kondisi terancam busur panah dan airsoft gun, korban tidak mampu mempertahankan kendaraannya.
Motor yang baru saja dirampas itu kemudian diduga digunakan kelompok pelaku untuk melakukan penyerangan terhadap warga di kawasan Lorong Tamajene, Jalan Urip Sumoharjo.
“Motor korban dibegal saat mau pulang. Dibegal kelompok itu dan itu lagi yang dia pakai menyerang di Urip,” ujarnya.
Usai kejadian pembegalan, korban langsung melapor ke Polsek Tamalate. Polisi kini masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari aksi begal hingga bentrokan yang berujung pembakaran motor.
“Korban melapor sore. Jatanras sama Opsnal Polsek Tamalate sementara melakukan penyelidikan terkait itu,” tambah Thamrin.
Sebelumnya, bentrokan antara kelompok yang diduga geng motor dan warga kembali terjadi di depan Lorong Tamajene pada Sabtu malam. Insiden tersebut berakhir dengan pembakaran satu unit sepeda motor trail.
Peristiwa itu merupakan bentrokan kedua dalam sepekan di lokasi yang sama. Pada Kamis (30/7/2026), bentrokan serupa juga terjadi dan mengakibatkan satu unit sepeda motor Yamaha NMAX dibakar.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Sangkala mengatakan aparat gabungan dari Polsek Panakkukang, Samapta, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Resmob Polda Sulsel berhasil membubarkan bentrokan setelah tiba di lokasi.
“Kami datang ke lokasi sehubungan dengan adanya diduga peristiwa tawuran antara dua kelompok yang mengakibatkan satu unit sepeda motor terbakar,” ujar Sangkala.
Polisi masih mendalami pemicu bentrokan sekaligus mengusut keterkaitan antara aksi pembegalan dengan penyerangan yang dilakukan kelompok pelaku.
Selain menyita satu anak panah busur berbahan besi sebagai barang bukti, polisi juga mencatat satu orang mengalami luka di bagian lengan akibat terkena anak panah saat bentrokan berlangsung.
Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, kepolisian berencana meningkatkan pengamanan di kawasan Lorong Tamajene pada jam-jam rawan sembari memburu para pelaku pembegalan dan penyerangan.


