Ekonomi

IHSG Berpeluang Tembus 6.545, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Berpeluang Tembus 6.545, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG Berpeluang Tembus 6.545, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren positif pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah menutup akhir pekan lalu di zona hijau. Penguatan indeks didorong prospek teknikal yang masih solid serta sentimen positif dari pasar global dan domestik.

Pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), IHSG naik 49,762 poin atau 0,80 persen ke level 6.236,126.

Analis MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase penguatan. Secara teknikal, indeks telah berhasil menembus level rata-rata pergerakan harian (MA20) sekaligus mencapai target kenaikan yang sebelumnya diproyeksikan.

“Posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target di kisaran 6.352-6.545,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.

Meski prospek jangka pendek masih positif, investor diminta tetap mewaspadai potensi koreksi menuju area 6.108 hingga 6.187. Sementara level support berada di 6.029 dan 5.839, sedangkan resistance diperkirakan berada pada rentang 6.266 hingga 6.377.

BSU Rp900.000 Belum Cair, Pemerintah Masih Susun Aturan Teknis

Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang layak dicermati, yakni BRMS, ENRG, MBMA, dan PSAB.

Pandangan serupa disampaikan Phintraco Sekuritas yang memproyeksikan IHSG berpeluang menguji level 6.300 hingga 6.380 sepanjang pekan ini.

Menurut Phintraco, penguatan indeks didukung membaiknya sentimen global. Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan lalu setelah terdorong kenaikan saham Amazon, meski imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat terus meningkat.

Di saat yang sama, harga minyak Brent naik 1,2 persen mendekati level USD 88 per barel. Sepanjang Juli 2026, harga minyak acuan tersebut melonjak hampir 24 persen, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Maret, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Pelaku pasar juga diperkirakan mencermati perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran, pergerakan saham sektor kecerdasan buatan (AI), serta sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama data ketenagakerjaan yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga Emas Antam Hari ini Turun Rp10.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah

Dari dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah indikator ekonomi yang dijadwalkan rilis pekan ini, mulai dari PMI manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan pada Senin (3/8), pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 pada Rabu (5/8), hingga data cadangan devisa dan indeks harga properti pada Jumat (7/8).

Selain itu, penurunan harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026 diperkirakan menjadi sentimen positif tambahan bagi pasar modal Indonesia.

Sebagai rekomendasi investasi pekan ini, Phintraco Sekuritas menempatkan ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP sebagai saham pilihan utama yang layak dicermati investor.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik