Harga bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan terjadi pada jenis Pertamax dan Pertalite yang dijual pengecer di wilayah Kecamatan Sinjai Utara. Kondisi ini membuat warga terpaksa membeli BBM eceran di tengah antrean panjang di SPBU.
Harga Pertamax dan Pertalite Melonjak
Harga Pertamax eceran kini mencapai Rp19 ribu per botol, naik dari sebelumnya sekitar Rp15 ribu.
Sementara itu, Pertalite juga mengalami kenaikan dari Rp13 ribu menjadi Rp15 ribu per botol.
Kenaikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Warga Terpaksa Beli Eceran karena Antrean SPBU
Seorang konsumen berinisial AN mengaku terpaksa membeli Pertamax eceran dengan harga lebih mahal.
Ia membeli BBM di wilayah Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.
“Kemarin saya beli Pertamax di Bongki harganya Rp19 ribu per botol,” ujar AN, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, pembelian BBM eceran dilakukan karena antrean di SPBU sangat panjang.
“Terpaksa beli di eceran karena antrean di SPBU padat. Kalau tunggu bisa berjam-jam,” katanya.
Kenaikan Harga Dinilai Membebani Masyarakat
AN menilai kenaikan harga BBM eceran cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan setiap hari.
“Kalau terus begini tentu sangat terasa, apalagi kebutuhan harian juga banyak,” ujarnya.
“Mau tidak mau tetap beli karena dipakai untuk aktivitas,” lanjutnya.
Pedagang Mengaku Ikut Harga Pasar
Seorang penjual BBM eceran di Sinjai Utara mengaku menaikkan harga karena mengikuti harga pasar.
Ia menyebut kenaikan ini terjadi setelah momen Idul Fitri 2026.
“Saya hanya ikut dengan penjual yang menaikkan harga,” ujarnya.
“Sudah sepekan ini setelah Lebaran,” tambahnya.
Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU
Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Sinjai. Salah satunya di SPBU Lita yang berada di Jalan Petta Ponggawae.
Antrean kendaraan mengular cukup panjang, sehingga mendorong warga memilih membeli BBM eceran meski dengan harga lebih tinggi.
Dipicu Lonjakan Permintaan Pasca Lebaran
Kenaikan harga BBM eceran di Sinjai diduga dipicu tingginya permintaan pasca Lebaran, ditambah terbatasnya distribusi dan antrean panjang di SPBU.
Jika kondisi ini terus berlangsung, beban ekonomi masyarakat diperkirakan akan semakin meningkat, terutama bagi pekerja yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas harian.


