PALOPO, Sejumlah warga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram dalam sepekan terakhir. Selain langka, harga gas melon di tingkat pengecer juga disebut naik hingga Rp35 ribu per tabung.
Kelangkaan ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Mereka mengaku harus berkeliling mencari LPG 3 kg, namun stok di sejumlah pangkalan kerap sudah habis.
Salah seorang warga, Sunarti, mengatakan harga LPG 3 kg di warung pengecer kini mencapai Rp35 ribu. Menurutnya, persoalan yang paling dikeluhkan warga bukan hanya kenaikan harga, tetapi juga sulitnya mendapatkan stok.
“Kalau di warung-warung pengecer tembus harga Rp35.000, bagus ji kalau naik saja, ini langka juga,” ujar Sunarti, Selasa (9/6/2026).
Sunarti mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kelangkaan LPG 3 kg tersebut. Ia menyebut sebelumnya gas subsidi itu masih mudah didapatkan di pangkalan dengan harga sekitar Rp20 ribu per tabung.
Namun dalam sepekan terakhir, kondisi berubah. Warga yang datang ke pangkalan kerap pulang dengan tangan kosong karena stok disebut sudah habis.
“Saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba langka. Sebelumnya ada terus ji didapat di pangkalan harga Rp20.000, ini sekarang tidak ada betul mi. Kalau ke pangkalan ki, habis semua nabilang,” keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Nugrah. Ia menyebut kelangkaan LPG 3 kg tidak hanya terjadi di Palopo, tetapi juga dirasakan warga di sejumlah daerah di Luwu Raya.
Menurut Nugrah, informasi kelangkaan serupa banyak beredar di media sosial. Bahkan di beberapa wilayah seperti Luwu Timur dan Luwu Utara, harga LPG 3 kg disebut jauh lebih tinggi dibandingkan Palopo.
“Kalau buka ki Facebook bukan cuma di Palopo, di Luwu Timur dan Luwu Utara itu paling parah, harganya tembus Rp50.000,” beber Nugrah.
Nugrah menduga kelangkaan tersebut berkaitan dengan distribusi LPG 3 kg yang keluar dari wilayah Luwu Raya. Ia menyebut ada tabung gas subsidi yang diduga dibawa ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, karena harga jual di daerah tersebut lebih tinggi.
“Bukan mi rahasia umum itu. Setiap hari kita lihat mobil pikap bawa tabung, dia bawa ke Morowali semua karena harga beli di sana jauh lebih gila,” ungkapnya.
Karena itu, warga berharap Pertamina bersama aparat penegak hukum turun langsung memantau distribusi LPG 3 kg di wilayah tersebut. Pengawasan dinilai penting agar gas subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
Nugrah menilai kelangkaan LPG 3 kg di Luwu Raya dapat dicegah apabila distribusi gas subsidi tidak keluar dari jalur yang semestinya.
“Kalau mau berhenti langka ini LPG di Luwu Raya, harus dari pihak Pertamina atau migas bersama APH turun tangan hentikan itu pendistribusian ke Morowali,” katanya.
Sementara itu, Division Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Okky Aditya, yang dikonfirmasi terkait kelangkaan LPG 3 kg tersebut belum memberikan keterangan.


