Antrean kendaraan logistik di sejumlah SPBU Kota Makassar hingga jalur Trans Sulawesi masih mengular dalam beberapa pekan terakhir. Merespons kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah distribusi Biosolar bersubsidi sebesar 10 hingga 15 persen untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan tambahan pasokan diprioritaskan ke SPBU yang berada di jalur logistik dengan tingkat konsumsi tertinggi.
“Kami sudah menambah pasokan. Suplai ke SPBU rata-rata sudah kami tingkatkan,” kata Deny, Rabu (29/7/2026).
Menurut Deny, Pertamina telah memetakan titik-titik yang mengalami antrean panjang, mulai dari delapan SPBU di sepanjang jalur Trans Sulawesi hingga sejumlah SPBU di Kota Makassar, seperti kawasan Jalan AP Pettarani dan Perintis Kemerdekaan.
“Kami fokus menambah stok di jalur logistik. Di Trans Sulawesi ada sekitar delapan SPBU, sedangkan di dalam kota ada beberapa SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi yang juga kami prioritaskan,” ujarnya.
Pertamina mencatat penyaluran Biosolar di Sulawesi Selatan meningkat dari rata-rata sekitar 2.100 kiloliter menjadi 2.350 kiloliter per hari atau naik sekitar 11 persen. Pada beberapa SPBU, peningkatan distribusi bahkan mencapai 15 persen.
Selain menambah volume distribusi, Pertamina juga mengubah pola penyaluran dengan memberangkatkan mobil tangki sejak pukul 04.00 hingga 05.00 Wita agar pengisian di SPBU dapat dilakukan sebelum jam sibuk.
“Kami majukan jam operasional. Mobil tangki sekarang sudah bergerak sejak subuh dan SPBU juga kami minta membuka pelayanan lebih pagi,” kata Deny.
Pertamina juga menempatkan petugas marshaling di sejumlah SPBU untuk mengatur arus kendaraan sehingga proses pengisian BBM berlangsung lebih tertib.
Meski antrean masih terjadi, Deny memastikan ketersediaan Biosolar bersubsidi di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman. Menurutnya, antrean lebih dipengaruhi lonjakan konsumsi dibandingkan keterbatasan stok.
Ia menjelaskan peningkatan permintaan dipicu berbagai faktor, mulai dari naiknya aktivitas logistik menuju kawasan Indonesia Timur, musim liburan, hingga peralihan sebagian pengguna Pertamina Dex dan Dexlite ke Biosolar akibat selisih harga yang semakin lebar.
“Kalau dari sisi suplai, stok kami sangat aman. Yang terjadi sekarang lebih kepada perubahan pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli Biosolar sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi BBM bersubsidi tetap merata di seluruh SPBU.


