Kecerdasan buatan (AI) kini mengubah cara manusia berkomunikasi, berkarya, hingga menyelesaikan berbagai tantangan dengan pendekatan yang belum pernah ada sebelumnya. Perkembangan ini bukan sekadar lompatan teknologi, melainkan pergeseran cara manusia berinteraksi dengan dunia digital.

Di Samsung, AI dipandang sebagai pendamping yang bekerja secara alami untuk membantu manusia. Teknologi tidak lagi berdiri sebagai alat yang rumit, tetapi hadir konsisten, responsif, dan menyatu dalam keseharian. Dukungan yang diberikan terasa intuitif—tanpa perlu banyak perhatian, namun tetap relevan dan bermakna.
AI juga diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kehidupan sehari-hari. Perannya diwujudkan melalui pengalaman yang lebih sederhana dan personal bagi berbagai latar belakang pengguna. Di Indonesia, pengembangan teknologi AI diselaraskan dengan kebutuhan serta pola penggunaan yang beragam. Setiap inovasi diyakini harus memiliki tujuan jelas: menjadikan hidup lebih baik, lebih kaya pengalaman, dan lebih bermanfaat. Pendekatan inilah yang menjadi fondasi dalam menghadirkan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.
Samsung Solve for Tomorrow: Ruang Tumbuh Generasi Inovator
Visi tersebut tercermin dalam program Samsung Solve for Tomorrow (SFT). Program ini membuka ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan solusi berbasis pengalaman nyata di lingkungan mereka. Tidak hanya mengasah keterampilan digital, SFT juga mendorong pemanfaatan AI sebagai alat untuk menjawab persoalan sosial.
Generasi muda saat ini tumbuh dengan ekspektasi bahwa teknologi harus intuitif dan relevan dengan realitas sekitar. Karena itu, SFT dirancang sebagai proses pembelajaran yang mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan pematangan ide hingga siap memberikan dampak nyata.
RunSight: Inovasi Empati Berbasis AI
Salah satu buah nyata dari proses tersebut adalah RunSight, kacamata pintar berbasis AI yang dikembangkan Tim Labmino dari Universitas Indonesia, pemenang Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025.
RunSight lahir dari empati terhadap pelari dengan gangguan penglihatan. Perangkat ini dirancang untuk memberikan panduan suara secara real-time, membantu pengguna berlari dengan lebih aman dan percaya diri. Solusi ini menunjukkan bahwa AI bukan sekadar kecanggihan teknis, melainkan alat untuk membuka akses—termasuk di ruang olahraga yang selama ini kurang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Dari Panggung Nasional ke Dunia
Perjalanan RunSight tidak berhenti di tingkat nasional. Setelah melalui seleksi regional dan global, Tim Labmino terpilih sebagai satu dari sepuluh tim terbaik dunia dalam SFT Global Ambassador. Kehadiran mereka di panggung internasional menjadi bukti bahwa inovasi yang berangkat dari konteks lokal dapat memperoleh pengakuan global.
Capaian ini memperlihatkan bahwa solusi berbasis empati, yang dirancang dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna, memiliki daya saing dunia.
Teknologi, Empati, dan Masa Depan
Bagi Samsung, Samsung Solve for Tomorrow berada di titik temu antara teknologi, empati, dan masa depan generasi muda. Perjalanan Tim Labmino menjadi pengingat bahwa ide yang lahir dari pengalaman sehari-hari—bahkan dari kebutuhan yang kerap terabaikan—dapat membawa dampak besar.
Komitmen yang dijaga adalah memastikan ruang inovasi ini tetap terbuka. Dengan demikian, generasi berikutnya dapat melangkah lebih jauh dan membentuk masa depan teknologi yang relevan, inklusif, serta berdampak luas.
Dari Indonesia, untuk dunia.


