Olahraga

PSM Pastikan Sanksi FIFA Segera Dituntaskan, Manajemen Klaim Persiapan Tim Tetap Aman

PSM Pastikan Sanksi FIFA Segera Dituntaskan, Manajemen Klaim Persiapan Tim Tetap Aman
Manajer tim PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin (kedua dari kanan) saat menjelaskan rencana PSM menyambut kompetisi Super League 2026/2027. (Fadli Ilham/detikSulsel)

Manajemen PSM Makassar memastikan akan menuntaskan persoalan sanksi yang dijatuhkan FIFA terkait larangan pendaftaran pemain baru. Meski masih menjalani hukuman, Juku Eja menegaskan persiapan menghadapi Super League 2026/2027 tetap berjalan sesuai rencana.

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengatakan penyelesaian sanksi tersebut telah menjadi prioritas manajemen. Ia menyebut klub telah menyiapkan langkah-langkah sejak jauh hari, termasuk menyesuaikan kondisi keuangan agar kewajiban kepada pihak terkait dapat segera diselesaikan.

“Kami sudah menyusun perencanaan jauh-jauh hari dan itu kita sudah bahas dengan pelatih kepala dan jadi tanggung jawab kami di manajemen. Insyaallah sanksi FIFA ini akan kami selesaikan,” kata Fajrin dalam konferensi pers di Makassar Creative Hub (MCH), Pantai Losari, Minggu (19/7/2026).

Fajrin menjelaskan, sanksi yang dijatuhkan FIFA bukan berupa larangan menjalankan aktivitas klub secara keseluruhan. Menurutnya, hukuman tersebut hanya berkaitan dengan pendaftaran pemain baru atau FIFA Registration Bans.

“Perlu kami tegaskan kembali bahwa yang dikenai PSM adalah FIFA Registration Bans, artinya kami dalam ranah operasional sama sekali tidak terganggu dalam rekrutmen pemain,” ujarnya.

Ia menambahkan, larangan tersebut hanya membatasi proses registrasi pemain baru selama masa hukuman berlangsung. Sementara itu, jadwal pendaftaran pemain untuk kompetisi musim baru masih akan dibuka pada pertengahan Agustus sehingga manajemen menilai persiapan tim masih memiliki waktu yang cukup.

Lamine Yamal Bintang Muda Spanyol Bersinar di Wembley

Menurut Fajrin, klub juga telah menyusun skema penyelesaian berdasarkan kondisi finansial yang dimiliki saat ini.

“Kami sudah menyusun langkah-langkah penyelesaian sesuai perencanaan keuangan dan cash flow yang dimiliki klub,” tegasnya.

Di sisi lain, PSM terus melakukan pembenahan tim sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Salah satu langkah yang telah diambil adalah menunjuk Darije Kalezic sebagai pelatih kepala.

Fajrin menilai kehadiran Darije bukan keputusan yang asing bagi keluarga besar PSM. Pelatih asal Belanda tersebut pernah menangani Juku Eja pada musim 2018/2019 dan dinilai memahami karakter tim maupun atmosfer sepak bola Makassar.

Pembangunan Stadion Sudiang Terancam Mangkrak, DPRD Sulsel Desak Pemprov Selesaikan Lahan

“Ini langkah awal kita untuk menyambut musim kompetisi 2026/2027. Sebagaimana yang kita sampaikan sebelumnya bahwa pelatih kepala yang akan memimpin kita ke depan yaitu adalah coach Darije Kalezic,” ungkapnya.

Ia optimistis pengalaman Darije akan menjadi modal penting untuk membawa PSM tampil lebih kompetitif pada musim mendatang.

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSM Makassar akibat tunggakan gaji terhadap mantan pemainnya. Hukuman tersebut mulai berlaku sejak 22 Mei 2026 dan berupa larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode bursa transfer.

Belakangan, FIFA kembali mencatat sanksi serupa terhadap PSM menjelang dibukanya bursa transfer Super League 2026/2027. Meski demikian, manajemen menegaskan persoalan tersebut sedang dalam proses penyelesaian dan diyakini tidak akan mengganggu target tim menyongsong musim baru.

Jelang Porprov 2026, Ketum Muaythai Sulsel Visitasi Atlet di Kabupaten Luwu

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik