Politik

Perindo Sulsel Dinakhodai Abdul Hayat Gani, Ini Tantangan dan Peluangnya

Perindo Sulsel Dinakhodai Abdul Hayat Gani, Ini Tantangan dan Peluangnya
Perindo Sulsel Dinakhodai Abdul Hayat Gani, Ini Tantangan dan Peluangnya

Pelantikan DPW Perindo Sulsel yang digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi konsolidasi politik partai tersebut di Sulawesi Selatan. Abdul Hayat Gani, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, resmi dipercaya memimpin DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sulsel.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Armin Arsyad, menilai kepemimpinan Abdul Hayat Gani membuka peluang besar bagi Perindo untuk berkembang dan menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan di Sulsel.

Menurut Prof Armin, pengalaman Abdul Hayat Gani sebagai birokrat senior menjadi modal utama dalam memimpin partai politik. Selama menjabat sebagai Sekda, Hayat Gani dinilai membangun jejaring yang luas dan kuat di berbagai lapisan masyarakat.

“Pak Hayat Gani cukup memadai memimpin sebuah partai politik. Apalagi beliau mantan Sekda yang memiliki jaringan luas. Jika memimpin Perindo di Sulsel, basis pengikutnya tentu bisa diperhitungkan,” ujar Prof Armin, Rabu (4/2/2026).

Jaringan Birokrasi Jadi Modal Politik

Prof Armin menjelaskan, jaringan Abdul Hayat Gani yang menjangkau hingga daerah-daerah menjadi modal penting dalam membentuk struktur partai yang solid. Jejaring tersebut dinilai dapat mempercepat konsolidasi Perindo hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

Demokrat Dekati Appi, Pengamat Nilai Langkah Tepat di Tengah Kekecewaan ke Golkar

“Pengurus di kabupaten kota tentu akan berhubungan dengan jaringan Pak Hayat. Jika struktur sudah terbentuk sampai kecamatan, desa, bahkan RT/RW, maka dukungan masyarakat di Sulsel bisa terbentuk secara luas,” jelasnya.

Namun demikian, Prof Armin mengingatkan bahwa kekuatan jaringan birokrasi saja tidak cukup. Kerja-kerja politik partai, menurutnya, membutuhkan dukungan sumber daya finansial yang memadai.

“Untuk membangun loyalitas dan jaringan, tentu perlu silaturahmi yang intens. Itu semua membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” katanya.

Tantangan Persaingan Partai Politik

Di sisi lain, Prof Armin menilai Perindo akan menghadapi tantangan berat karena harus bersaing dengan partai-partai yang telah lebih dulu mapan di Sulsel. Selain itu, partai baru seperti PSI juga dinilai aktif membangun jaringan di daerah.

“Dengan banyaknya partai yang bergerak, otomatis basis pendukung masyarakat akan terbagi,” ujarnya.

Alfian Mallarangeng Ajak Wali Kota Makassar Appi Bergabung ke Demokrat

Karena itu, Perindo dituntut untuk bergerak cepat dan menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk persiapan menghadapi pemilu dan kontestasi kepala daerah.

“Kerja jaringan itu harus mulai dari sekarang. Persiapan menuju pemilu, termasuk pencalonan gubernur, bupati, dan wali kota, perlu dirancang sejak dini,” lanjut Prof Armin.

Rekrut Figur Kuat Jadi Kunci

Selain memperluas jaringan, kemampuan Perindo merekrut figur-figur potensial juga menjadi penentu masa depan partai. Prof Armin menegaskan, tanpa kehadiran tokoh yang memiliki basis massa kuat, Perindo akan kesulitan menggalang dukungan rakyat.

“Kalau tidak ada orang-orang hebat yang bergabung, tentu Perindo akan sulit berkembang di Sulsel,” katanya.

Meski begitu, Prof Armin optimistis Perindo dapat menjadi kekuatan politik yang signifikan jika mampu menarik tokoh-tokoh berpengaruh.

Reshuffle Kabinet Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi, Pengaruh Jaringan Jokowi Jadi Sorotan

“Jika yang bergabung adalah figur dengan basis massa memadai, maka Perindo patut diperhitungkan pertumbuhan dan perkembangannya di Sulsel,” tutupnya.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik