Seorang pelajar pelayaran asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Aslan Yusuf, dikabarkan hilang di perairan Norwegia.
Kadet PIP Makassar itu diduga terjatuh ke laut saat kapal tanker yang ditumpanginya, Alfa Batica, menghadapi cuaca ekstrem dalam pelayaran.
Kabar hilangnya Aslan juga telah dibenarkan oleh nahkoda kapal Alfa Batica.
Kronologi: Ombak Besar Hantam Kapal
Berdasarkan pernyataan nahkoda yang diterima pihak keluarga, kapal Alfa Batica saat itu berlayar dari Mongstad, Norwegia menuju Butinge, Lithuania.
Saat berada di perairan Norwegia, kapal dihantam cuaca ekstrem. Sekitar pukul 15.30 waktu setempat, nahkoda memanggil Mualim I ke anjungan untuk mengevaluasi situasi.
Diputuskan untuk mengubah haluan kapal dari 135 derajat menjadi 120 derajat guna mengurangi terpaan angin dari buritan dan menghindari potensi kerusakan.
Setelah itu, Mualim I bersama lima kru dek menuju dek utama sisi kiri.
Namun secara tiba-tiba, gelombang besar datang dari sisi kanan kapal (starboard) menuju sisi kiri (port).
Aslan Jatuh ke Laut Tanpa Disadari
Dalam kondisi cuaca buruk tersebut, tidak ada kru yang langsung menyadari adanya korban yang jatuh ke laut.
Hingga akhirnya, salah satu kru mendengar teriakan dan diketahui bahwa Aslan Yusuf telah terjatuh ke laut.
Keluarga Terima Informasi Terbatas
Ayah korban, Yusuf, mengaku pihak keluarga pertama kali mengetahui kabar tersebut dari rekan sesama siswa PIP Makassar serta agen di Jakarta.
Namun hingga kini, keluarga belum mendapatkan kronologi lengkap secara resmi.
“Katanya jatuh karena cuaca buruk. Kami belum dapat kronologi pastinya karena informasi dari agen masih sangat terbatas,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Keluarga Keluhkan Minimnya Komunikasi Resmi
Pihak keluarga mengaku terpukul sekaligus kecewa karena belum ada komunikasi resmi dari pemerintah terkait kejadian tersebut.
Sejauh ini, informasi yang diperoleh masih berasal dari teman dan pihak kampus.
“Belum ada komunikasi dari pemerintah ke kami. Harapan kami ada komunikasi itu,” ungkap Yusuf.
Harap Pemerintah Turun Tangan dalam Pencarian
Keluarga berharap pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait dapat segera melakukan langkah diplomatik.
Koordinasi dengan otoritas di Norwegia dinilai penting agar proses pencarian terhadap Aslan Yusuf dapat dilakukan secara maksimal.
“Semoga pemerintah ikut memperhatikan pencarian agar anak kami bisa cepat ditemukan,” pungkasnya.


