Peristiwa

Miris! Jenazah Warga Toraja Ditandu 10 Km karena Jalan Rusak Parah

Miris! Jenazah Warga Toraja Ditandu 10 Km karena Jalan Rusak Parah
Foto: Jenazah warga bernama Kalimbuang di Tana Toraja harus ditandu karena jalan rusak. (dok. istimewa)

Duka yang seharusnya dijalani dengan tenang, justru berubah menjadi perjuangan panjang bagi keluarga almarhum Kalimbuang (60), warga Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja.

Jenazahnya terpaksa ditandu sejauh kurang lebih 10 kilometer menuju rumah duka. Bukan tanpa alasan—akses jalan yang rusak parah membuat kendaraan, termasuk ambulans, tidak mampu melintas.


Ambulans Terhenti, Perjalanan Dilanjutkan dengan Tandu

Kalimbuang meninggal dunia di RS Tajuddin Makassar, Minggu (5/4/2026). Jenazahnya sempat dibawa menggunakan ambulans menuju kampung halaman.

Namun, setibanya di wilayah Puangbembe, perjalanan terhenti.

Ambulans tak bisa melanjutkan perjalanan akibat kondisi jalan yang berlumpur dan rusak berat. Keluarga dan warga pun tak punya pilihan selain menandu jenazah hingga ke Balattaki, Lembang Simbuang.

Polisi Tangkap Dua Remaja Terkait Tawuran Sinassara-Buloa, Satu Diduga Janjikan Rp100 Ribu

“Iya, kemarin siang jenazah ditandu. Jaraknya kurang lebih 10 kilometer,” ujar Paulus Tangipayuk, keluarga almarhum.


Bukan Kejadian Pertama, Warga Sudah Terbiasa Menderita

Yang lebih menyakitkan, peristiwa ini bukan hal baru bagi warga Simbuang.

Sudah berulang kali, baik orang sakit maupun jenazah harus ditandu melewati medan berat hanya untuk mencapai akses transportasi yang layak.

“Ini sudah sering terjadi. Warga yang sakit pun harus ditandu kalau mau berobat ke kota,” ungkap Paulus.

Kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki membuat aktivitas dasar masyarakat seperti berobat hingga pemakaman menjadi perjuangan fisik yang berat.

49 Kandang Babi Tanpa Izin di Panaikang Makassar Dibongkar, Warga Keluhkan Limbah dan Bau


Kisah Paling Pilu: Ibu Melahirkan di Jalan, Bayi Tak Tertolong

Di antara banyak kejadian, ada satu kisah yang paling membekas di ingatan warga.

Seorang ibu hamil terpaksa melahirkan di tengah perjalanan saat hendak dibawa ke rumah sakit. Karena ambulans tak bisa melintas, proses evakuasi dilakukan secara manual.

Namun tragis, sang bayi tidak berhasil diselamatkan.

“Ada ibu melahirkan di jalan, bayinya meninggal karena tidak sempat sampai ke rumah sakit,” tutur Paulus.


Harapan yang Terus Disuarakan

Warga Simbuang berharap pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap kondisi ini.

Dosen di Makassar Ditangkap, Tipu Warga Tarakan Rp550 Juta dengan Janji Lolos Fakultas Kedokteran

Jalan rusak bukan hanya soal infrastruktur, tapi sudah menyangkut keselamatan dan nyawa manusia.

Perbaikan akses jalan dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Sebab bagi warga di sana, setiap perjalanan—baik untuk hidup maupun kematian—selalu penuh risiko.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik