TAKALAR – Semangat persatuan dan gotong royong menjadi pesan utama dalam malam ramah tamah sekaligus penutupan rangkaian lomba Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kelurahan Mattompodalle, Sabtu malam (22/8/2026). Kegiatan yang digagas melalui kolaborasi Karang Taruna Kelurahan Mattompodalle bersama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXVI Posko 4 Universitas Handayani Makassar (UHM) itu berlangsung hangat dan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para peserta lomba Agustusan.
Malam penutupan tersebut menjadi puncak dari seluruh rangkaian peringatan HUT RI yang telah dilaksanakan selama beberapa hari. Selain menjadi ajang penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antara pemerintah, masyarakat, pemuda, dan mahasiswa.
Acara diawali dengan pembukaan hingga pemutaran video dokumenter yang menampilkan perjalanan seluruh rangkaian kegiatan Agustusan, penyerahan hadiah kepada para juara lomba, dan nonton bareng (nobar) film yang diikuti para pemuda dan masyarakat menjadi momentum penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Mattompodalle, Muh. Kasim, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan masyarakat dan kerja keras seluruh panitia.
“Alhamdulillah lomba ini bisa kita selesaikan berkat support dari para masyarakat dan kerja keras panitia,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan terdapat berbagai dinamika yang harus dihadapi. Namun, menurutnya, tantangan tersebut justru menjadi motivasi bagi panitia untuk membuktikan komitmennya.
“Dinamika pasti ada. Salah satunya ada saja oknum yang tidak percaya pada kegiatan yang kita buat, menganggap bahwa kita tidak bertanggung jawab dan tidak mampu menyelesaikan Agustusan ini. Tapi kita buktikan bahwa berkat kolaborasi pemuda Karang Taruna dan mahasiswa KKN Angkatan XXVI UHM, semarak 17 Agustusan ini bisa sampai pada puncaknya dan kita selesaikan tugas kita,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Kelurahan Mattompodalle KKN Angkatan XXVI Posko 4 UHM, Muhammad Nur Syahid Munsi, mengajak masyarakat untuk memaknai peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum untuk merefleksikan peran besar pemuda dalam perjalanan bangsa.
Menurutnya, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa semangat persatuan yang digelorakan para pemuda sejak Sumpah Pemuda 1928 menjadi fondasi penting lahirnya Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
“Kalau kita refleksi ke belakang, kenikmatan kemerdekaan RI ke-81 tahun ini tidak mungkin kita rasakan tanpa peran pemuda yang begitu besar bahkan jauh sebelum 17 Agustus 1945. Sejarah membuktikan bahwa kesadaran pemuda tentang pentingnya persatuan dan kemerdekaan dimulai pada tahun 1928 melalui Sumpah Pemuda. Kemudian pada tahun 1945, tanpa cita-cita dan keinginan besar dari para pemuda, Bung Karno tidak akan mungkin membacakan Proklamasi Kemerdekaan,” ungkapnya.
Ia menilai semangat yang sama masih terlihat di Kelurahan Mattompodalle melalui kolaborasi lintas elemen dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81.
“Pada kemerdekaan ke-81 Indonesia di Kelurahan Mattompodalle ini, para pemuda kembali membuktikan bahwa napas kemerdekaan dan persatuan itu masih tetap menyala. Keharmonisan, kebersamaan, dan kekeluargaan sangat kita rasakan. Ini adalah kekuatan dan semangat yang harus kita jaga agar kita bisa memajukan kampung kita,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah dan masyarakat terus memberikan ruang, perhatian, serta kepercayaan kepada generasi muda agar mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah.
“Saya berharap baik dari pemerintah maupun masyarakat bisa memberikan kepercayaan dan perhatiannya kepada para pemuda. Karena ini adalah modal untuk membangun dan memajukan Kelurahan Mattompodalle,” tuturnya.
Melalui penutupan kegiatan tersebut, semarak HUT RI ke-81 di Kelurahan Mattompodalle tidak hanya meninggalkan euforia perlombaan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa kolaborasi, persatuan, dan kepercayaan kepada generasi muda merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang maju dan harmonis.


