Upaya petugas pemadam kebakaran menjinakkan kobaran api di kawasan Pannampu, Kecamatan Tallo, Jumat (10/7/2026), sempat berpacu dengan berbagai hambatan. Selain harus menembus lorong sempit di kawasan padat penduduk, armada pemadam juga terkendala aktivitas pesta pernikahan yang berlangsung di jalur menuju lokasi.
Akibat keterlambatan akses tersebut, api dengan cepat menguasai permukiman dan menghanguskan sedikitnya lima rumah semipermanen sebelum berhasil dikendalikan.
Sebanyak 12 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima warga. Petugas membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk memastikan kobaran api tidak lagi merambat ke rumah-rumah lain.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, mengatakan petugas tiba sekitar 12 menit setelah menerima laporan. Namun proses penanganan di lapangan tidak berlangsung mudah.
“Kami menghadapi akses yang cukup sulit karena lokasi berada di kawasan padat penduduk. Selain itu ada kerumunan warga dan aktivitas pesta yang ikut memperlambat mobilisasi armada,” ujarnya.
Menurut Fadli, kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu membuat api berkembang sangat cepat. Karena rumah berdiri berdempetan, kobaran dengan mudah menjalar sebelum berhasil dilokalisasi.
Beruntung, petugas mampu mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Hasil pendataan sementara mencatat lima rumah mengalami kerusakan berat akibat kebakaran tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih didalami. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari salah satu rumah warga, namun kepastian penyebab masih menunggu hasil penyelidikan aparat terkait.


