MAROS, Tim Animal Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros bergerak cepat mengevakuasi seekor ular yang masuk ke dalam toko bangunan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Senin (23/2/2026).
Sembunyi di Bawah Kloset Duduk
Ular tersebut ditemukan bersembunyi di bawah kloset duduk berwarna hitam yang berada di dalam toko. Keberadaannya membuat pegawai toko waswas sebelum akhirnya melapor ke petugas.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Maros, Baso, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 08.38 Wita.
“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 08.40 Wita,” ujarnya.
Sebanyak empat personel diterjunkan dan dipimpin Danton Muhammad Naqib Assegaf. Proses evakuasi berlangsung cepat.
“Evakuasi dimulai pukul 08.41 Wita dan selesai sekitar pukul 08.45 Wita,” jelas Baso.
Ditangkap dengan Alat Standar Rescue
Ular berhasil diamankan menggunakan grab stick dan hook, perlengkapan standar tim penyelamatan satwa.
Setelah ditangkap, ular langsung dibawa untuk dilepasliarkan ke habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman warga.
Jenis Ular Tikus Sepanjang 1,5 Meter
Baso mengungkapkan, ular tersebut merupakan jenis Coelognathus erythrurus, yang dikenal masyarakat sebagai ular tikus atau ular kopi. Panjangnya diperkirakan mencapai 1,5 meter.
“Ular tersebut ditemukan dalam kondisi bersembunyi di dalam kloset duduk di area toko bangunan,” sebutnya.
Ia menjelaskan, kemunculan ular di kawasan permukiman kerap terjadi saat musim hujan.
“Biasanya saat hujan, ular mencari tempat yang lebih kering sehingga sering masuk ke rumah atau bangunan warga,” terangnya.
Imbauan untuk Warga
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Maros, Jufri, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar, terutama saat musim penghujan.
Warga diminta tidak mencoba menangkap ular secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Segera laporkan ke Damkar jika menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya agar bisa ditangani petugas,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menutup celah-celah yang memungkinkan hewan masuk ke dalam rumah.
“Lingkungan yang bersih dan tertutup dapat meminimalkan risiko ular masuk ke permukiman,” tutupnya.


