Kriminal

Kapolda Sulsel Ancam Tindak Kasar Pelaku Tawuran: Kalau Tak Mempan Dibaik-baikin

Kapolda Sulsel Ancam Tindak Kasar Pelaku Tawuran: Kalau Tak Mempan Dibaik-baikin
Kapolda Sulsel Ancam Tindak Kasar Pelaku Tawuran: Kalau Tak Mempan Dibaik-baikin

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Awal Chairuddin berjanji menghentikan maraknya tawuran kelompok di Kota Makassar dengan segala cara. Ia menegaskan pendekatan persuasif akan diutamakan, tetapi jika tidak mempan, aparat tidak segan bertindak tegas.

Janji itu disampaikan Awal saat silaturahmi dengan awak media di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (19/10/2026). Ia didampingi Wakapolda Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan dan sejumlah pejabat utama. Hadir pula para pemimpin redaksi dan ketua organisasi pers, termasuk Pemimpin Redaksi Tribun Timur Nur Thamzil Thahir.

Tawuran kelompok di Makassar memang kerap terjadi di sejumlah titik, seperti Jalan Abu Bakar Lambogo atau Ablam, Jalan Rajawali, dan Jalan Kandea. Di Ablam, tawuran bahkan telah merenggut satu korban jiwa. “Intinya begini, segala macam cara akan kami lakukan,” kata Awal. “Kalau tidak mempan dibaik-baikin, ya dikasar-kasarin,” tegasnya.

Pria kelahiran Makassar, 3 Desember 1971, itu berlatar belakang pasukan Brimob. Ia mengaku pernah ditugaskan di daerah konflik Ambon dan Poso pada dekade 2000-an. Pengalaman itu membuatnya yakin aksi tawuran bisa diredam dengan pendekatan yang membuat pelaku berpikir dua kali.

Awal bahkan menawarkan solusi unik. Jika kelompok-kelompok itu bersikeras berkelahi, ia menantang mereka bertempur secara terorganisir di Karebosi. “Kalau mereka bertikai, oke kita ketemu, berapa orang? 11 orang (misalnya), kamu bertempur saja di tengahnya, tidak ada yang berani juga,” ucapnya mengenang penanganan konflik. “Kalau perlu saya kasih kayak gitu saja kalau mau tempur, kasih kendaraan saja di Karebosi sana, 10 lawan 10 pasti tidak berani juga,” lanjutnya.

Kapolda Sulsel Razia Pengrajin Busur, Tawarkan Arena Karebosi untuk Tawuran

Selain menindak pelaku, Awal memerintahkan jajarannya merazia tempat pembuatan anak panah busur. Menurutnya, busur dan anak panah kerap diperjualbelikan untuk keperluan tawuran. “Sekarang sudah saya perintahkan seluruh personel Polda Sulawesi Selatan untuk merazia tempat-tempat pembuatan busur-busur itu,” tegasnya.

Awal juga meminta orang tua memperketat pengawasan terhadap anak. Ia menyoroti banyaknya pelaku tawuran dan geng motor yang masih di bawah umur. “Masa ada orangtua membiarkan anaknya keluar jam 1, jam 2, jam 3 dini hari. Ini semacam ada pembiaran dari orangtua-orangtua,” sebutnya.

Mantan ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu menyayangkan keterlibatan remaja dalam tawuran. Menurutnya, anak remaja adalah generasi penerus yang harus dijaga bersama. “Kalau dia dipidana, dipenjara, pasti merusak masa depannya juga. Keluar dari penjara pasti masyarakat mencibir dia,” jelasnya.

Dengan perintah tegas kepada jajaran dan imbauan kepada orang tua, Kapolda berharap tawuran di Makassar berhenti. Penindakan hukum dan pengawasan keluarga harus berjalan seiring, agar tidak ada lagi korban jiwa dan masa depan anak yang hancur akibat perang kelompok.

Polisi Tangkap Dua Remaja Terkait Tawuran Sinassara-Buloa, Satu Diduga Janjikan Rp100 Ribu

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik