Ekonomi

Kabar Baik! Pertamina Siapkan Penurunan Harga Pertamax

Kabar Baik! Pertamina Siapkan Penurunan Harga Pertamax
Kabar Baik! Pertamina Siapkan Penurunan Harga Pertamax

Kabar baik berpotensi datang bagi pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. PT Pertamina (Persero) tengah membahas kemungkinan penurunan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, menyusul tren penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa pekan terakhir.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule, mengatakan jajaran dewan komisaris telah mendorong direksi untuk segera melakukan penyesuaian harga secara bertahap mulai awal Juli 2026.

Menurutnya, langkah tersebut dipertimbangkan setelah harga minyak dunia mulai mengalami penurunan seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Yang pasti kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi manajemen untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak yang di dunia sudah mulai turun,” ujar Iwan Bule, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, harga BBM nonsubsidi yang berlaku saat ini masih mengacu pada harga minyak mentah beberapa waktu lalu ketika konflik di kawasan Timur Tengah mendorong harga crude oil hingga rata-rata berada di kisaran 80 dolar Amerika Serikat per barel.

BSU Rp900.000 Belum Cair, Pemerintah Masih Susun Aturan Teknis

Sementara berdasarkan data terbaru, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kini berada di sekitar 71 dolar AS per barel.

“Kami sedang memformulasikan, mendiskusikan. Yang jelas harga minyak hari ini kan diprosesnya bulan kemarin,” katanya.

Penurunan Tidak Bisa Dilakukan Seketika

Meski harga minyak mentah telah turun, Pertamina belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM nonsubsidi. Hal itu karena stok BBM yang saat ini dipasarkan masih berasal dari pembelian minyak mentah saat harga dunia berada di level yang lebih tinggi.

Selain itu, penyesuaian harga BBM juga harus mengikuti mekanisme dan proses bisnis yang berlaku di perusahaan.

“Karena minyak yang sekarang ini diproses bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Dan tentunya kalau turunnya kemarin, beberapa hari yang lalu, kami akan menyesuaikan nanti,” jelasnya.

Harga Emas Antam Hari ini Turun Rp10.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah

Meski demikian, Iwan berharap penurunan harga BBM nonsubsidi dapat segera direalisasikan apabila tren harga minyak dunia tetap stabil.

Dinilai Bisa Mendorong Daya Beli

Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal, menilai kondisi saat ini memberikan ruang bagi pemerintah dan Pertamina untuk menurunkan harga Pertamax.

Ia menjelaskan, Indonesian Crude Price (ICP) atau harga patokan minyak mentah Indonesia juga mengalami penurunan. Secara year to date, ICP kini berada di bawah 84 dolar AS per barel, setelah sebelumnya sempat berada di atas 85 dolar AS per barel.

Menurut Faisal, penyesuaian harga Pertamax dapat memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah.

“Penurunan harga Pertamax itu berpengaruh ke daya beli masyarakat kelas menengah. Jadi sudah semestinya diturunkan untuk mendongkrak daya beli dan harga minyak dunia juga sudah turun,” ujarnya.

Transaksi Jumbo Saham BCA Rp3,06 Triliun dalam Sepekan, BCA Bantah Rumor Akuisisi Haji Isam

Senada dengan itu, Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menilai pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga pasar internasional.

Menurutnya, penyesuaian tersebut tetap dapat dilakukan tanpa mengganggu kebijakan subsidi BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

“Penurunan harga minyak dunia membuka ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga Pertamax. Penyesuaian ini bukan mengembalikan ke harga lama, melainkan menurunkan secara wajar mengikuti perkembangan pasar. Seberapa besar angkanya, pemerintah dan Pertamina yang memegang perhitungannya,” kata Piter.

Apabila pembahasan internal Pertamina berjalan sesuai rencana, maka pengguna Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya berpeluang menikmati harga baru mulai awal Juli 2026. Namun hingga kini, besaran penurunan maupun tanggal resmi pemberlakuannya masih menunggu keputusan manajemen Pertamina.

Bantuan Polisi

Bantuan Polisi Polrestabes Makassar

Peristiwa






Pengaduan BID PROPAM

Pengaduan BID PROPAM Polda Sulsel

Teknologi






Politik