Malam Kamis (3/9/2026) di lorong kecil Jalan Bontolanra, Kecamatan Rappocini, Makassar, awalnya hanya gelap karena pemadaman listrik. Beberapa penghuni rumah kos menyalakan lilin untuk mengusir gelap. Namun, sekitar pukul 20.40 Wita, suasana berubah jadi panik. Api tiba-tiba membesar, melahap bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai kos di lantai dasar dan rumah keluarga di lantai atas.
“Tadi kebakaran terjadi sekitar pukul 20.40 Wita, kami ke lokasi api masih menyala,” kata Arief, personel BPBD Makassar, yang malam itu ikut berjibaku memadamkan api.
Sekitar 10 jiwa terdampak, sebagian besar keluarga dari luar daerah, termasuk Flores dan Maros. Mereka berlarian menyelamatkan diri, sementara di gedung samping, dua ruangan kontrakan ikut terbakar. Dapur dan kamar milik dua kepala keluarga hangus dilalap api.
Sebanyak 15 armada Damkar Makassar dikerahkan. Sirene meraung, semburan air bergantian diarahkan ke titik api. Warga sekitar ikut membantu, sebagian hanya bisa menonton dengan wajah cemas.
Penyebab kebakaran masih diselidiki. Dugaan sementara, lilin yang dinyalakan saat listrik padam menjadi pemicu. Namun ada juga yang menyebut korsleting listrik, karena lampu sempat kembali menyala sekitar pukul 19.00 Wita.
Malam itu, lorong kecil Rappocini menyimpan cerita getir: dari lilin yang sederhana, lahir api yang melahap tempat tinggal. Beruntung tak ada korban jiwa, tapi bagi para penghuni, kehilangan rumah dan harta benda tetap meninggalkan luka.


