Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng secara terbuka mengajak Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Ajakan itu disampaikan langsung saat keduanya bertemu di Hotel Novotel Makassar, Jalan Chairil Anwar No. 28, Sabtu (3/10).
Langkah ini menjadi perhatian karena Appi saat ini masih berstatus kader Partai Golkar. Meski demikian, Alfian menyebut figur Appi dibutuhkan untuk memperkuat Demokrat, khususnya di Sulawesi Selatan. Menurutnya, keduanya bukan sosok yang baru saling mengenal. Mereka telah lama menjalin pertemanan dan beberapa kali berinteraksi dalam perjalanan politik.
“Perjalanan politik Pak Appi tidak bisa dilepaskan dari Partai Demokrat. Kami selalu mendukung beliau, meskipun pernah kalah. Alhamdulillah, akhirnya menang juga. Saya bilang memang wattunnami,” ujar Alfian.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menilai Demokrat membutuhkan figur muda yang memiliki penerimaan di tengah masyarakat untuk mendorong perkembangan partai di Sulsel. “Saya mengajak Bung Appi untuk bergabung memperkuat Partai Demokrat di Sulawesi Selatan. Mudah-mudahan gayung bersambut,” katanya.
Alfian menegaskan ajakan itu merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai kader senior Demokrat sekaligus putra Sulawesi Selatan. Ia ingin partai memiliki kekuatan baru melalui kehadiran tokoh-tokoh potensial. Namun, ia belum berbicara mengenai kemungkinan posisi yang akan ditempati Appi jika resmi bergabung, termasuk peluang memimpin Demokrat Sulsel.
“Pertama, bergabung dulu. Soal yang lain, nanti ada jalannya sendiri. Ada prosedur dan etika politik yang harus dilalui,” jelasnya. Ia juga menegaskan tidak ingin ajakan tersebut dipandang sebagai upaya membajak kader partai lain. Keputusan dan waktu untuk merespons sepenuhnya diserahkan kepada Appi dengan tetap menghormati mekanisme internal partai.
Merespons ajakan itu, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas keseriusan Alfian yang datang langsung ke Makassar. Appi mengakui Demokrat memiliki rekam jejak dukungan dalam perjalanan politiknya, termasuk saat dirinya mengikuti kontestasi Pemilihan Wali Kota Makassar pada 2020. Saat itu, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga datang ke Makassar.
“Ini merupakan apresiasi yang sangat tinggi dan penghargaan sebesar-besarnya bagi kami. Saya pikir ini hal yang sangat serius yang harus kita respons,” kata Appi. Ia menegaskan sikapnya bukan menolak ajakan, tetapi juga belum dapat langsung menyatakan menerima. Ada proses internal yang harus diselesaikan sebelum mengambil keputusan.
“Bukan menolak, bukan tidak menerima, tetapi juga bukan langsung menerima dan mengiyakan. Ada prosedur yang harus kami lewati. Sebagai kader partai politik, kita mengutamakan etika politik,” tegasnya.
Appi menyebut dirinya masih tercatat sebagai kader partai politik lain. Karena itu, komunikasi dan penyelesaian persoalan internal menjadi bagian penting sebelum memberikan jawaban resmi kepada Demokrat. Ia tidak ingin keputusan politik yang diambil nantinya meninggalkan persoalan prosedural maupun tanggung jawab yang belum dituntaskan.
Mengenai kapan keputusan akan diambil, Appi belum memberikan tenggat waktu pasti. “Kalau saya berpikir satu bulan ini bagus, ya satu bulan. Kalau dua bulan, ya dua bulan. Tapi bisa juga dua hari, bisa juga tiga hari,” tandasnya.
Dengan posisi Appi yang masih di Golkar dan Demokrat yang membuka pintu, dinamika politik Sulsel menanti satu hal: apakah ajakan itu berbuah keputusan atau berhenti pada silaturahmi politik.


